Ingin menikahi perempuan Indonesia, Mister? Siapkan 500 juta Rupiah !!

Akhir-akhir ini selain kasus Century tentu saja,  ramai dibicarakan tentang RUU yang mengatur tentang nikah siri di Indonesia. Terus terang saya baru mengetahui kalau selain membahas tentang nikah siri  salah satu pasal di draft RUU ini juga membahas tentang perkawinan campuran yaitu perkawinan antara WNA, lebih spesifik seperti disebut di salah satu pasal  yaitu  PRIA WNA (Warga Negara Asing) yang akan menikah dengan perempuan WNI.

Sekitar 4 tahun yang lalu saya pernah membaca tentang hal ini di salah satu situs hukum dan jujur saya tidak menanggapi terlalu serius masalah itu. Setor 500 juta bagi pria WNA yang akan menikahi perempuan WNI, waktu itu saya anggap peraturan itu cuma guyon  karena sejak kapan di negeri ini  ada  aturan untuk menyiapkan uang 500 juta bagi  orang yang ingin menikah. Melihat angkanya yang ratusan juta saja sudah konyol dan tidak masuk akal. Sekorup-2nya negeri ini sungguh saya tidak menyangka ada juga yang kepikiran membuat aturan seperti itu.

Ada yang beranggapan kalau saya tidak setuju dengan adanya RUU ini karena sekarang saya sedang menjalin hubungan dengan WNA, bahkan mungkin ada yang mengatakan ya salah sendiri kenapa dengan WNA, atau malah mungkin lebih parah lagi beranggapan ah uang 500 juta kan kecil bagi para bule. Saya tidak heran kalau ada yang mengatakan yang akan ribut dengan adanya aturan ini adalah mereka-2 yang ingin menikah dengan WNA.

OK sebentar, buat saya relationship adalah urusan pribadi (sorry sok celeb dikit :D). Saya akui saya memang menjalin hubungan dengan WNA sekarang ini dan saya adalah orang yang masih percaya kalau jodoh itu rahasia Sang Kuasa, apakah saya akan berjodoh dengan WNA ini atau bahkan mungkin dengan orang Indonesia asli saya tidak tahu.  Bahkan mungkin menikah atau hidup melajang merupakan pilihan hidup. Intinya kalau saya tidak setuju dengan RUU ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan relationship saya saat ini. Dari awal melihat angka Rp. 500.000.000,- (dibaca Lima Ratus Juta Rupiah atau Setengah Miliar) demi untuk melakukan suatu ikatan yang suci, legal di mata hukum dan agama jelas-jelas sudah keterlaluan dan rawan KORUPSI. Bukankah menikah itu hak setiap manusia, bahkan di agama pun dianjurkan untuk menikah mengapa sebuah lembaga yang berwenang untuk mengatur adanya ikatan suci ini malah mempersulitnya seolah-2 mengatakan kalau tidak punya uang sebanyak itu ya jangan menikah.

Dari sebuah group di Facebook dimana saya ikut bergabung  Tolak Jaminan Rp.500 juta bagi pria WNA untuk menikahi perempuan WNI (please join and support this group) saya akhirnya tahu isi dari pasal di RUU ini. Berikut ini saya copy-pastekan dari forum diskusi di group tersebut.

B A B XX
PERKAWINAN CAMPURAN

Pasal 142

(1) Pelaksanaan perkawinan di Indonesia antara pasangan warga negara asing dan warga negara Indonesia berlaku ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal 13 sampai dengan Pasal 26.

(2) Calon suami atau isteri yang berkewarganegaraan asing harus mendapatkan izin tertulis dari negara asalnya berdasarkan bukti dari kedutaan Negara yang bersangkutan.

(3) Calon suami yang berkewarganegaraan asing telah membayar uang jaminan kepada calon isteri melalui bank syariah di Indonesia sebesar Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah).

Berikut penjelasan untuk article (3)

“Ketentuan mengenai pembebanan uang jaminan terhadap calon suami warga negara asing dimaksudkan untuk melin¬dungi hak-hak isteri dan anak-anak, apabila suami menelantarkan, tidak memberi nafkah, meninggalkan Indo-nesia secara diam-diam, murtad, menceraikan dan lain-lain yang merugikan kepentingan isteri dan anak-anak yang di-lahirkan dari perkawinan tersebut. Uang jaminan tersebut menjadi hak isteri berdasarkan penetapan Pengadilan atas permohonan eksekusi isteri. Apabila kehidupan perkawinan berjalan secara wajar dan baik selama 10 tahun maka uang jaminan tersebut dapat diminta oleh kedua belah pihak se¬bagai harta bersama”

Dari berbagai postingan pendapat di forum diskusi tersebut yang seperti halnya dengan saya sangat tidak setuju dengan adanya draft RUU ini. Saya benar-2 kagum dengan pendapat dari teman-2 dari group ini yang mampu mengemukakan berbagai alasan adanya ketidakadilan, diskriminasi bahkan terlalu mengada-2 dari draft RUU ini. Note : aturan ini rencananya hanya akan diperlakukan untuk mereka yang menikah secara Islam.

Saya (terlepas dari status hubungan saya dengan WNA saat ini) benar-benar sependapat dengan teman-2 yang menganggap draff RUU sarat dengan ketidakadilan.

Pertama, uang Rp. 500.000.000,- (setara dengan US $ 53.648 atau 39.394 euro atau 35.185 poundsterling berdasarkan rate saat tulisan ini dibuat) adalah jumlah yang sangat BESAR bahkan untuk ukuran WNA sekalipun. Memang di benak orang Indonesia kebanyakan menganggap WNA identik dengan bule yang banyak uangnya karena mereka punya Dollar. Duh saya benar-2 jengkel dengan anggapan ini. Tidak semua orang WNA adalah bule (kulit putih), orang negeri jiran juga merupakan WNA. Bagaimana bila ada orang WNA dari negeri sebelah yang berstatus sebagai pegawai rendahan dengan gaji pas-2an atau mungkin imigran yang terdampar di Indonesia dan jatuh cinta dengan gadis Indonesia kemudian ingin menikah di Indonesia? Darimana mereka bisa memperoleh uang sebanyak itu?  Walaupun kalau misalnya WNA tersebut adalah bule yang menurut steorotip orang Indonesia mempunyai banyak dollar jumlah sebanyak itu tidaklah sedikit dan perlu bertahun-2 untuk menabung hingga mampu memiliki setengah miliar rupiah. Tidak semua bule seperti David Beckham yang hanya dengan sekali tarikan nafas mampu menghasilkan ratusan ribu rupiah atau 1 Miliar perhari (note : bukan saya yang repot-2 melakukan hitung-2an gaji Bechkam ini, saya  juga dapatnya dari mr.Google :))

Selama ini rata-2 WNA yang menikah dengan gadis Indonesia adalah orang-2 biasa yang sama seperti kita-2 juga perlu kerja keras setiap hari demi kelangsungan hidup. Memang benar mereka bergaji dollar, euro atau mata uang apalah yang bila dikurskan ke rupiah menjadi jutaan, tapi biaya hidup di negeri mereka juga tinggi. Adik saya juga tinggal dan bekerja di luar negeri jadi saya tahu sendiri sebenarnya hidup dimana pun sama saja. Bila ingin bisa hidup enak, punya banyak uang dimanapun itu ya harus mau kerja keras.

OK sekarang mungkin ada yang beranggapan bagaimana dengan para WNA expatriat di Indonesia bergaji dollar bukankah itu tidak masalah buat mereka? Bahkan konon draft RUU ini dibuat berdasarkan kasus perempuan WNI di Jepara yang menikah dengan WNA yang kemudian ditinggal begitu saja seperti yang dimuat di detikcom, Jaminan Rp 500 Juta Karena Ada Salah Satu Kasus di Jepara.

Seperti yang kita baca dari berita tersebut jelas-2 Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan di Jepara ada beberapa kasus KAWIN KONTRAK antara WNA dengan orang Jepara. Jelas ini beda permasalahan karena mereka melakukan KAWIN KONTRAK. Kawin kontrak tidak diakui oleh negera, tidak dilindungi oleh hukum dan sudah seharusnya para pelaku kawin kontrak tahu konsekwensinya bila mereka melakukan ini. Jadi kalau misalnya masa kontrak  pernikahan telah tamat dan para WNA ini melenggang tanpa beban pulang ke negeri asalnya tanpa peduli lagi dengan istri kontraknya, saya sendiri pun hanya bisa menyalahkan lha koq mau-2nya sih dikawin kontrak. Jangan setelah suaminya balik ke negeri asalnya, para mantan istri kontrak ini kebingungan bagaimana menghidupi diri mereka apalagi kalau sampai punya anak. Bagaimana dengan komitmen awalnya saat mereka setuju untuk dijadikan istri kontrak? Kalau kemudian pemerintah melalui Kementerian Agama menggunakan alasan ini sebagai dasar untuk draft RUU yang berbuntut harus menyetor  uang RATUSAN JUTA di bank syariah kepada pasangan yang akan MENIKAH RESMI rasanya terlalu menggada-2. Mengapa tidak hukum kawin kontrak saja yang dipertegas daripada membuat penyelesaian yang ujung-2nya  mengharuskan setor duit di Bank Syariah yang bisa diambil 10 tahun mendatang bila tidak terjadi sesuatu pada pernikahan mereka.

Ini saya pikir lucu juga. Uang setengah miliar bagi pasangan yang akan menikah (baik dengan bule, expatriat atau orang negeri sebelah) sangatlah dibutuhkan untuk memulai hidup baru. Daripada menyetorkan sebagai deposito yang 10 tahun lagi belum tentu juga bisa diambil dengan mudah, uang sebanyak itu bisa dipakai untuk membiayai pernikahan,  membeli rumah, membiayai keperluan awal berumah tangga, keperluan jika mempunyai anak etc.  Biayai pernikahan untuk pasangan WNA-WNI sangat berbeda. Saya yakin teman-2 pernikahan campuran pasti dengan senang hati akan bercerita tentang “pungli-2” yang harus mereka bayar sewaktu mengurus pernikahan dengan alasan “Kan situ menikah dengan bule”. Uang sebanyak itu sangatlah banyak, saya saja tidak bisa membayangkan SETENGAH MILIAR RUPIAH dalam bentuk cash money. Lagi pula kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi 10 tahun mendatang dan melihat berbagai kasus perbankan di Indonesia tidak salah kita mempunyai pikiran bagaimana kalau 10 tahun lagi banknya sudah kolaps, dimana kita bisa mengklaim “deposito”  kita. Jelas aturan seperti ini rawan korupsi. Saat ini saja kita bisa melihat para nasabah Century yang bertahun-2 menabung tidak tahu lagi bagaimana nasib uangnya.

Point kedua yang bisa kita lihat dari “keanehan” draft RUU ini adalah bukankah di ayat ke 2 dari pasal ini telah jelas disebutkan “Calon suami atau isteri yang berkewarganegaraan asing harus mendapatkan izin tertulis dari negara asalnya berdasarkan bukti dari kedutaan Negara yang bersangkutan”. Ini artinya untuk menikah RESMI dengan WNI, para WNA ini tidak bisa dengan seenaknya datang ke Indonesia dan memutuskan langsung menikah di depan penghulu keesokan harinya tanpa perlu dibuat repot dengan urusan surat-2 dari negara mereka. Saya tahu bagaimana repotnya bila kita (WNI) ingin menikah resmi dengan WNA karena adik saya juga menikah dengan pria WNA. Jika ingin menikah di Indonesia, calon suami/istri WNA terlebih dahulu  harus mengajukan surat-2 permohonan untuk menikah ke Kedutaan Besar negara mereka di Indonesia. Saat itu calon suami adik saya harus menunggu sekitar 2 minggu hingga surat ijin untuk menikah di Indonesia bisa keluar. Kedutaan negara asal WNA tidak akan seenaknya saja  mengeluarkan surat ijin, terlebih dahulu mereka akan menyelikidi apakah di negara asal orang ini sudah pernah menikah, apakah mereka pernah terlibat kasus tertentu yang berhubungan dengan pernikahan hingga akhirnya mereka benar-2 bisa mendapatkan ijin resmi untuk menikah di Indonesia.  Dan biasanya setelah menikah resmi di Indonesian pun pasangan ini masih harus mendaftarkan pernikahan mereka di negara asal WNA ini. Artinya jika pasangan WNI-WNA memilih untuk menikah resmi di Indonesia, negara masing-2 telah mengetahui akan hal ini. Hingga bila suatu saat terjadi perceraian para suami WNA ini tidak bisa begitu saja lari kabur dari tanggung jawab. Hukum baik di Indonesia maupun di negara asalnya akan bisa memproses kasus ini. Hal ini tentu berbeda dengan KAWIN KOTRAK yang sangat lemah dari segi hukum dan ujung-2nya para wanita pelaku kawin kontrak tersebut yang dirugikan.

Bahkan kalau kita mau mengakui hukum di negara-2 maju mengenai perlindungan anak dan istri bila terjadi kasus perceraihan jauh lebih baik daripada di Indonesia. Setahu saya mereka bisa dihukum bila lari dari tanggung jawab sebagai seorang Ayah. Beda dengan di Indonesia banyak kasus seorang ibu harus membesarkan anak-2nya seorang diri sementara sang Ayah bisa dengan mudahnya menikah lagi dengan istri muda.  Selain itu mengapa  draft RUU ini hanya “melindungi” para perempuan WNI yang ditinggal kabur oleh suami WNA-nya, bagaimana dengan para perempuan WNI yang ditinggal kabur oleh suami yang WNI juga? Tidakkah mereka juga patut dilindungi?  Kalau aturan  ini memakai alasan karena WNA lebih susah ditelusuri jejaknya bila sudah kembali ke negeri asalnya, memangnya di Indonesia para suami-2 WNI yang kabur itu bisa dengan mudah ditemui dan dimintai pertanggung jawaban oleh istri-2 mereka. Betapa banyak kasus seperti ini di negara kita, buktinya sampai ada lagu berjudul “Bang Toyib” yang bertahun-2 tidak pulang😀. Jadi sangatlah lucu jika pemerintah lebih sibuk membuat draft RUU baru  dengan “menghargai” perempuan Indonesia sebesar 500 Juta Rupiah daripada membenahi hukum untuk melindungi para perempuan dan anak-2 dari korban perceraian.

Oh ya, satu lagi saya pernah membaca komentar dari orang yang mengatakan kalau di negara Mesir (maaf saya sendiri  kurang tahu ini benar atau tidak)  ada peraturan jika seorang non-Mesir jika ingin menikah dengan perempuan Mesir diwajibkan untuk membayar  uang sejumlah tertentu (rasanya mirip dengan draft RUU ini). Saya pikir ini sama lucunya, mengapa kita repot-2 meniru hukum pernikahan negara lain yang belum tentu cocok diterapkan di sini. Sedangkan untuk urusan perlindungan TKI mengapa kita tidak mau meniru hukum negara Philipine yang jauh lebih baik untuk melindungi tenaga kerja mereka yang bekerja di luar negeri. Seperti yang kita tahu kasus-2 TKI yang teraniaya  di negara tempat mereka bekerja justru lebih banyak terjadi.

Point ketiga, aturan model seperti ini justru bisa dimanfaatkan pihak-2 yang hanya mengeruk keuntungan saja dari pernikahan alias rentan penipuan. Seseorang perempuan yang memang hanya bertujuan untuk mengeruk uang dari calon suaminya, bisa saja berpura-2 mau dinikahi dan kemudian menceraikan suaminya demi bisa mendapatkan uang 500 Juta. Bisa dibayangkan jika kemudian perempuan seperti ini menikah beberapa kali dengan WNA,  berapa banyak uang yang bisa dia hasilkan dari perbuatannya. Saya khawatir kalau aturan ini benar-2 dijadikan undang-undang (saya benar-2 berdoa jangan sampai pernah terjadi), bakalan ada bisnis “pernikahan resmi” dengan WNA seperti halnya bisnis kawin kontrak yang ada di daerah Puncak. Dan lagi ujung-2nya aturan ini hanya akan menodai kesucian lembaga pernikahan.

Point ke empat, maaf kalau pendapat saya ini sudah merambah ke hal sensitif yaitu masalah agama. Seperti disebutkan pada pasal draft RUU tersebut “Ketentuan mengenai pembebanan uang jaminan terhadap calon suami warga negara asing dimaksudkan untuk melin¬dungi hak-hak isteri dan anak-anak, apabila suami menelantarkan, tidak memberi nafkah, meninggalkan Indo-nesia secara diam-diam, murtad…….”

Maaf, sejak kapan di negara ini ada lembaga yang mengurusi keimanan seseorang, setahu saya Indonesia bukanlah negara agama. Agama adalah hubungan pribadi antara manusia dengan penciptanya, siapapun itu tidak berhak mengatakan seseorang alim atau tidak, beriman atau tidak karena kita bukanlah Tuhan. Memang banyak dari para pria WNA yang menikah dengan perempuan WNI yang dikarenakan hukum pernikahan berdasarkan agama di Indonesia memilih untuk mengganti keyakinan mereka agar sama dengan istri. Tapi bukankah ini semua urusan  pribadi mereka dengan Tuhan, apakah kita berhak mencampurinya? Apakah agama seseorang bisa dijadikan landasan seseorang akan memperlakukan istri dengan baik? Terlepas dari apakah mereka memilih mengikuti keyakinan sang istri hanya demi bisa menikahinya, buat saya itu adalah urusan mereka, tanggung jawab mereka dengan Tuhan. Toh itu adalah hidup mereka, pasti mereka sudah tahu konsekwensi apa yang akan mereka dapatkan bila memilih jalan tersebut. Dan jujur saja, tidak hanya para WNA saja yang memilih mengikuti keyakinan sang istri/suami demi bisa menikah di Indonesia, banyak pasangan sesama WNI melakukan hal serupa. Beberapa teman saya yang melakukan pernikahan beda agama, memilih mengikuti agama pasangannya hanya demi bisa menikah dan setelah menikah mereka kembali menjalankan agama masing-2. Kalau merujuk pada kata-2 draft RUU ini,  mengapa para perempuan WNI yang menikah pria WNA saja yang “dilindungi” dari perbuatan “murtad” ini, bagaimana dengan perempuan yang menikah dengan sesama WNI dan sang suami “murtad”? Duh.. sudahlah, kembali lagi agama adalah urusan pribadi masing-2. Hukum pernikahan di Indonesia hanya memperbolehkan seseorang yang sudah cukup umur untuk menikah dalam arti kata mereka telah tahu dan sadar akan keputusan yang mereka ambil. Tidak seharusnya kita repot mengurusi keimanan mereka. Mengcopy kata-2 Gus Dur (alm), gitu aja koq repot !!

Akhirnya, saya tutup tulisan blog saya ini dengan mengatakan menikah adalah HAK setiap manusia. Dan saya sangat mengharapkan lembaga yang berwenang mengurusi ikatan yang suci ini memikirkan kembali baik-buruknya draft RUU ini. Bukankah dalam Kitab Suci telah dijelaskan bahwa Allah SWT menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa dan telah menjadikan rasa kasih dan sayang antar sesama manusia, apakah salah bila ada manusia yang berpasangan dengan seseorang diluar bangsanya?

Di negeri ini sudah demikian banyak kasus korupsi dan pungli-2 yang kita tidak tahu kapan akan berakhir. Semoga pemerintah tidak akan menambah lagi “ladang” korupsi di negeri ini dengan menyetujui draft RUU ini. Peace for our country !

112 thoughts on “Ingin menikahi perempuan Indonesia, Mister? Siapkan 500 juta Rupiah !!

  1. Iya, saya agree. tidak semua bule itu kaya. Jgn dilihat dr artis dunk, yg punya duit banyak. Kl ruu ini benar, secara tdk lsg, lembaga pernikahan, tdk memberi jalan, menghambat org yg mau nikah baik. Ga ada perasaan sama sekali. Orang mau nikah koq di halang” in. Kebutuhan biaya hidup tdklaha sedikit, kl mau tentuin harga tuh yg kira” dunk. Dipikir duit jatuh dari langit, main tembak aja 500juta. Ga sekalian aja 1M. Berarti perempuan indo itu ibarat pelacur ya, ada harga nya.terang” lag di publik dihargainya. Kl menikah itu urusan harta and sbgai nya, bs dibicarakan jg dunk dgn psangan scara baik”, bukan ditentuin sprti ini. Mohon dipertimbangkan kmbli bpk/ibu yg di mpr/dpr. Scra tdk lsg anda anda semua telah merenggut kebahagian, niat orang yg nikah. Apa anda tdk bisa merasakan betapa sangat depressinya ini, kl ini terjadi. Terima kasih

    • Hi hi Ethaaa… iya ngeblog juga walaupun on and off, tapi tetep bloging koq. Btw you have a very nice blog too girl friend😀 Aku add blogmu di friend listku yaa ?

  2. sarida salam kenal.
    cuma mau tanya, apa RUU ini bneran jadi UU dan sudah berlaku skrg? atau ga jadi diberlakukan? mungkin sarida tau? makasih🙂

    • Hello Esti, salam kenal juga. Hmm.. setahuku belum diberlakukan (jangan sampai deh). Seperti yang aku tulis di awal, wacana untuk RUU ini sudah lama ada tapi terus hilang, mungkin krn banyak yg protes. Eh ternyata tahun lalu sempat ada berita lagi untuk RUU. Moga-2 aja UU kayak gini nggak pernah ada di Indonesia.

  3. salam kenal,
    pertama sekali, gimana perkembangan ma cowok sarida sekarang?
    kedua, saya juga mengalami masalah yang sama seperti sarida. saya warga malaysia dan sekarang saya bersama seorang gadis dari padang. kami kenal masa study di salah satu universitas di malaysia. sekarang saya sudah tamat pengajian saya tetapi dia sekarang udah pulang ke padang n sambung kuliahnya tuk semester akhir. saya bingung, selepas dia tamat kuliahnya, gimana caranya harus kami bersama? undang-undang sumber daya manusia malaysia tidak jauh bedanya ama indonesia dari segi menerima WNA sebagai perkerja. sulit bagi saya tuk cari kerja di indonesia atau dia cari kerja di malaysia, ditambah pula kami ini fresh graduate (atau menurut sarida memang ada cara tuk saya mencari kerja disana? kalau ada, gimana caranya ya?). Alternatifnya adalah nikah, tetapi ada undang2 seperti ini. menurut kajian saya, saya terjumpa satu situs, kementerian penerangan malaysia, melaporkan pemerintah indonesia sudah pun melaksanakan undang2 itu.

    harap sarida dapat bantu saya. makasih~

    • Hello salam kenal juga. Btw setahu saya undang-2 ini belum diberlakukan di Indonesia dan semoga saja tidak akan pernah diberlakukan. Saya bukanlah seorang expert yang bisa menjawab pertanyaan-2 kamu. Sejauh yang saya tahu, kalau kamu menikah dengan orang Indonesia dan akan tinggal di Indonesia, kamu tetap akan menjadi WNA. Jika ingin bekerja di Indonesia harus ada perusahaan yang menjadi sponsor kamu. Coba cari lebih banyak lagi informasi dari segi hukum, imigrasi bila serious ingin menikah. Good luck with your relationship, Insya Allah jika tujuan kita menikah untuk kebaikan akan selalu ada jalan.

      • sorry ya kalau soalan saya ini terlalu personal, tapi pacarmu sekarang masih di indonesia n lg ngapain? dari segi hukum ngak ada masalah saya pikir krn hukumnya ngak beda jauh sama malaysia, just mo tahu perusahaan mana yg bs sponsor fresh graduate WNA seperti saya ini? mohon bantu ya sarida.

        p/s thx for the reply, was looking forward hearing from you..

      • Pacarku nggak di Indonesia. Utk masalah pekerjaan menurut aku kalau kamu competent bisa saja dapat kerja di sini. Utk WNA di sini kebanyakan para tenaga ahli di perusahaan-2 besar.

  4. nice info mbak..jadi sedikit ‘parno’ juga karena saya pun relationship dengan pria WNA..semoga ga jadi tuh UU di syahkan, yang berkasus sebagian, yang kena semuanya..:( memang betul ga semua WNA itu berduit, mereka juga sama aja kayak kita…pls deh pemerintah jangan lebay..

  5. saya ga setuju dg RUU ini,menikah adl hak setiap org,knv msti mmbayar spt itu,td smua org bule itu kaya,aku n pacarku ingin menikah tnpa ada beban seperti itu dr pemerintah,ga adil namanya!!

    • Hello, salam kenal and thanks udah mampir ke sini. Aku juga berharap semoga peraturan kayak ini nggak pernah ada di negara kita ya. Aku juga sedang menjalin hubungan dengan foreigner, good luck with your relationship ya🙂

  6. Halo Kak Sarida, terimakasih banget ya.. saya bersyukur sekali bisa menemukan blog kakak ini. Alhamdulillah🙂 , rasanya ada semacam pencerahan gitu, ternyata banyak juga yang kontra ma RUU itu.🙂
    Semoga mereka ( orang2 yang duduk di atas sana :p ,hehe )sadar bahwa RUU itu banyak merugikannya dibanding menguntungkan bagi WNI yang ingin menikah dgn WNA.
    Two thumbs up for you kak ! :-bd🙂

    • Hello.. terima kasih sudah mampir ke blog aku🙂 Iya, kita cuma bisa berharap semoga RUU model kayak begini nggak akan pernah disahkan menjadi UU di negara kita. Btw apa sedang berhubungan dengan WNA juga kah ?

      • maaf kak, baru sempat balas, agak sibuk dgn pekerjaan, hehe
        Alhamdulillah iya kak, (sama deh ma kak Sarida :p )
        Trus ngomong2 kpn nih kak married nya ?

      • Sorry baru sempat balas juga, nggak sempat buka blog🙂 Aku belum tahu kapan marriednya, dijalani saja dulu deh. Good luck with your relationship and nice to meet you.

  7. iya kak, amin
    terimakasih.. semoga kakak juga berhasil🙂
    Nice to meet you too
    Jika ada facebook , akan sangat senang bila saya boleh add kakak, facebook saya “marselia wachid” tapi jika tidak, tidak apa2. Terimakasih kakak🙂

  8. benar-benar belum di sahkan ya??? mudah-mudahan saja tidak pernah di sahkan,,,secara tidak langsung saya merasa khawatir,,jangan sampai niat baik seseorang untuk menikah terhalang oleh materi yang benar-benar luar biasa jumlahnya,,,,

  9. salam kenal,..
    wah gila ya,..ini saya taunya malah dari calon saya loh,..dia minta saya untuk cari tahu benar atau tidaknya,..sampe sekarang belom disahkan kan mbak? (sori nanya lagi.. :p) klo sampe disakkan apa boleh buat mending nikah di luar negeri aja..

  10. salam kenal ,, hihi sekarang sudah 2012 apa kah RUU ini sudah di sahkan?
    wah sayangg kuh ,, harus ngumupulin uang lebih banyak donk ,,, kasihan ,
    untuk pergi dan bawa keluarganya ke indo aja udah ngeluarin banyak uang ,,, apa lagi ada peraturan kayak gini,,,,

  11. hi mba sarida, jd yg WNA harus bayar 500jt itu masih RUU ya? ya ampun aku kira udh jadi UU loh. sampe sekarang belum jadi UU kan? haduuhh pusing mba kalo udh jadi UU, kasian calonnya dong. aku jg wkt baca kaget bgt, soalnya sodara2 aku yg nikah sm WNA dan kebetulan sodara2 aku itu perempuan, mereka ga pernah nyinggung soal bayar 500jt ini. semoga RUU ini ga akan pernah jd UU

  12. mksudny RUU ini mendukung perzinahan,,,harusny di gampangkan malah di persulitkan…….pimpinan lg cari jalan baru untuk krpsi……….500jt gila kali,dagng perampuan kali, tdk ada harga diri…..

  13. Thanks atas Infonya, hehehe sempet kaget jg tahu jumlah angka yang hrs di keluarkan pria WNA buat menikahi perempuan Indonesia…..buanyak sekaleee…..gmn coba kalo WNA nya jg sama-sama orang gak punya……hadeh di persulit banget yeee buat nikah aja…..Indonesia….Indonesia….akankah rakyatnya selalu menderita……????????

  14. Salam kenal,
    Nice post mba =) Saat ini aku juga lagi punya hubungan serius sama pria Kanada dan kami berencana buat nikah nantinya. Bisa repot juga kalo RUU ini jadi disahkan =(

    • Hi salam kenal juga, thank you udah mampir ke sini. Semoga saja RUU ini tidak jadi disahkan. Good luck dengan relationship-nya ya, semoga bisa cepat menikah🙂

      • Iyaaaaa semoga nggak bakal disahkan. Aku rasa kalau mau melindungi hak perempuan Indonesia bukan begitu caranya. Perempuan yang menikah sama sesama WNI juga banyak yang ditelantarkan dan negara nggak berbuat banyak untuk melindungi hak2 mereka. Aneh aja kalo sekarang pemerintah sok2an mau melindungi.
        Amin amin amiiiiinnn…terima kasih doanya. Good luck juga buat mba🙂

  15. Thanks Ida infonya🙂 Saluut deehhhh..Kebetulan ku jg ada relathionship ama WN Amrik, yang mengarah ke perkawinan. Wah kalo undang undangnya bener2 disahkan bisa berabe tuuh… Tapi moga aja ga bakaln terjadi. Untuk urusan hati mah jangan terlalu diribetin napa….. Urusin aja para pejabat yang banyak korupnya… Urusan hati mah laeennnn😀

  16. salam kenal mbak sarifa,
    saya hana, ada rencana mau menikah sm WNA (london), permasalahannya dia menginginkan menikah di negaranya secara kristen, alasannya kalau secara muslim di indonesia dia keberatan karena tidak mengerti undang-undang perkawinan secara islam dan khawatir ada masalah di kemudian hari.
    sedangkan saya mengikuti agamanya tidak mungkin, ada agen yag memberikan solusi bahwa dengan kasus tersebut bisa menikah secara islam (penghulu) dan pemberkatan di gereja,..apa cara ini bisa di pertanggung jawabkan mbak?
    .

    • Hello Hana, salam kenal juga. Setahu saya kamu bisa menikah di Inggris tidak harus secara agama (kecuali memang pasangan kamu menghendaki pernikahan secara agama), di Inggris kamu bisa menikah secara sipil dan itu sudah sah menurut negara. Kamu mungkin bisa apply fiancee visa dan menikah di sana. Untuk di Indonesia memang tidak memungkinkan pernikahan beda agama dan setahu saya tidak ada agent khusus untuk ini. Btw, apakah kamu ada facebook, mungkin saya bisa invite kamu ke group mixed couple yang bisa membantu kamu untuk pernikahan beda negara.

  17. kasihan sekali…sungguh memalukan hukum di indonesia memeras hak hidup orang lain dalam berumah tangga tindakan yang amat memalukan,yang dipentingkan hanya matearistis dan keserakahan

  18. saya juga setuju sama kamu mba sarida..karena insyaAllah kalau Allah meridhoi saya akan menikah dg pria wna. saya sbenarnya lagi cari link ttg seputar lamaran hehee…dan kelitka liat link mba sarida ini saya langsung tertarik membacanya sampe akhir..smoga aja jalan menuju niat baik suatu pernikahan dimudahkan tanpa adanya tetek bengek ini dan itu. resiko pasti ada tinggal dari pasangan lah yg saling memberi pengertian untuk mencapai suatu kebahagian…lah kok jadi curhat😀
    boleh add kamu ya salam kenal🙂 good luck wish u all the best..widya

  19. hi, mba sarida salam kenal ya saya juga lagi menjalin hubungan dengan pria WNA asal german tp dia tinggal di Amerika dan saya masih bingung gimana caranya jika nanti kami menikah karena dia berniat menikah dengan saya dan menjadi seorang muslim dan tinggal di Indonesia bersama saya. ijin share ya mba. add aku di facebook ya mba dengan nama Sukraini@yahoo.com. saya butuh temen buat share mba khusus masalah ini. thanks b4 mba.

    • Hello Sukraini, nice to meet you. Setahu saya kalau untuk WNA tinggal di Indonesia, istri tidak bisa menjadi sponsor bagi suami. Harus ada perusahaan yang bisa menjadi sponsor suami kamu untuk bekerja di Indonesia atau suami kamu mempunyai bisnis di sini. Kalau untuk menikah karena kita menganut pernikahan resmi secara agama, kalau memang agamanya sudah sama tidak akan ada masalah. Tinggal suami kamu mengurus surat-2 untuk bisa menikah di Indonesia. Saya sudah cari kamu di facebook, cuma koq nggak ketemu. Nanti saya kirim email ke kamu, kamu bisa search email saya di facebook. See you.

      • Mantap. Aq tertarik dgn blog nya kak. Di tunggu blog lain nya ya kak. Tinggal dimana skrg kk? Salam dr Nantes-France

  20. dikasih perlindungan hukum ko pda ribet,bgus dong ada jaminan 500jt kali aja jdohnya ga lnggeng pihak wanita ga korban2 amat..!!!

  21. Haii mba Sarida, salam kenal yaa,,,,
    Tolong add facebook aq yaa ” Sukma Ridho Andini ” coz lg perlu info niy, penting bgt,,,,
    Thanks yaa mba,,,,😉

  22. Hey…mba Sarida salam kenal. Saya wanita Indonesia yang menikah dengan WNA.
    Saya senang sekali membaca tulisan2 mba. Saya yakin mba pasti byk tau soal hukum dan peraturan dimana pengetahuan saya sangat minim soal itu. Saya pengen bgt bisa kontak lbh lanjut dgn mbak utk mendapatkan info2 penting😉 Klo gak keberatan mohon add fb saya ya mbak, nama saya Naomi Hutajulu. Ato email juga bisa. Thanks ya…

    • Hello Salam kenal Naomi. Terima kasih sudah mampir ke blog saya🙂 Saya juga tidak banyak tahu tentang hukum dan peraturan untuk pernikahan campuran, saya juga masih harus banyak belajar. Yang saya tulis di blog selama ini hanya berdasarkan pengalaman dan sedikit hal saja yang saya tahu🙂 Btw saya sudah add kamu, initial nama saya SW, mungkin bisa di add. See you there.

  23. Salam Kenal Mba Sarida, Tulisan Mba membuat saya tergugah anyway saya 1 bulan lagi menikah dengan pria WNA, saya ingin sekali mengetahui proses menikah dengan WNA yang hendak tinggal di Indo, dan ada 1 pasal yang mungkin ingin saya tanyakan secara pribadi berkaitan tulisan Mba diatas.
    Kalau tidak keberatan mohon add FB saya di chara athanissa,
    Terima kasih.

    • Hello Chara, thank you sudah mampir ke blog saya. Terus terang saya bukan ahli untuk masalah pernikahan campuran. Sama seperti halnya pasangan campuran lainnya, kita tidak mengharap undang2 seperti ini ada di Indonesia dan semoga saja tidak pernah ada. Saya kurang tahu untuk masalah WNA yang ingin tinggal di Indo bagaimana hukumnya. OK, saya akan add kamu, initial FB saya SW.

  24. Sore Mbak…terima kasih informasinya. Ada pertanyaan yang ingin sekali saya tahu pasti mengingat saya akan menikah dengan WNA dari USA. Apakah benar RUU pembayaran deposit itu sampai sekarang masih harus dilakukan? Karena kebetulan calon suami bukan orang kaya sekali dan kita sepakat untuk memulai bersama berdua dan rugi uang sebanyak itu hanya untuk kasih ke negara. Terima Kasih.

  25. Ya, saya setuju banget dg beritanya. Saya berencana mau menikah dg WNA juga tapi dg melihat banyak’nya amount yg harus di byr kepala saya pusing ,kenapa ada peraturan seperti ini sangat tidak adil.

  26. hallo mbak salam kenal…… sekedar share aja mbak, sy lg berhubungan dgn WNA asal Inggris dan menjurus ke pernikahan. ada beberapa hal yg ingin sy tanyakan ke mbak tp klu bisa lwt email aja. ini emailku rezfa08@gmail.com.
    makasih sebelumnya…..

  27. salam kenal mbak sarida.. semoga RUU ini dibatalkan mbak… amin, saya gak setuju banget adanya jaminan 500 juta yang disetorkan ke negara… dan mempersulit orang yang ingin menikah…

  28. setuju banget tidak semua bule itu kaya raya mereka jg sama seperti kt yg miskin jg byk yg tingal di kampung jg byk krjnya hanya petani kalo musim dingin tidak bs bercocok tanam mereka mencari kayu bakar di hutan utk di jual coba anda bayangkan berapa hasil dr menjual kayu bakar? sedangkan mrk jg memiliki keluarga yg hrs di penuhin kebutuhanya mrk jg hrs membayar listrik air segala macam keperluan sehari2.apa lg di eropa mudim dinginnya lbh panjang dr musim panasnya.ini saya tahu krn suami saya jg org eropa dia bekerja krs setiap hr memotong kayu dgn kapaknya utk di jual agar dia bs mendapatkan uang tp km beruntung kami sudah menikah bln oktober tahun lalu kami menikah di hongkong dengan biaya yg sangat murah.terima kasih hongkong memberikan kemudahan pada kami utk menikah.

    • salam kenal, nama saya novi , say setuju dan tertarik dengan artikel mbak… masalahnya saya ada menjalin hubungan denagan pria WNA, dan beda agama….dan saya setuju klo RUU ini ngak di pakai add FB saya ya .novikoko22@yahoo.com, thank slam kenal

  29. Halo Kak Sarida, salam kenal
    Artikel yang menarik dan sangat membantu
    Ada beberapa yang ingin saya tanyakan mengenai pernikahan antara WNI dan WNA, bisa tolong add saya di fb “Ananda Ika Nuriza” atau email saya anandaikanuriza@yahoo.com

  30. kk tinggal di london ya, boleh tny sedikit gak kak hehe.. sy skg sdng relationship dengan WNA di birmingham (inggris), berencana mw menikah.

    pertama, apa bnr kl sy menikah dng dia otomatis menurut hukum di inggris sy (WNI) akan jd brithis (WN inggris) jg ?
    #masalahnya sy tetap mw jd WNI kak.

    kedua, brp lama ya biasanya bs dpt surat izin untuk menikah dari kedutaan inggris di Indonesia ?
    #masalahnya dia gak bs lama waktunya ada di indonesia.

    mohon pencerahannya, makasih ya kak…. ^_^

    • Hello, saya coba jawab ya. Setahu saya kalau kamu menikah dengan British tidak berarti otomatis kamu menjadi warga negara inggris. Kamu tetap menjadi WNI kecuali setelah beberapa tahun kamu memutuskan untuk menjadi warga negara Inggris. Semuanya tergantung kamu mau mengganti warga negara kamu atau tidak. Untuk pengurusan izin menikah setahu saya tidak seberapa lama, asal document-2nya sudah lengkap.

  31. saya sangat setuju dg tulisan ini. Insya Allah sy pun akan menikah dg WNA dan calon suami sy dpt dikatakan sbg orng yg biasa2 aja dg gaji yg standar sj sehingga uang setengah miliar ada jumlah yg sangat banyak. Kami bhkan berencana menikah dg acara yg ckup sederhana mngingat akan ada bnyak keperluan yg harus diurus dan sdh pasti mmbutuhkan biaya yg lumayan, dan setelah mngetahui ada RUU yg mnybutkan demikian, itu agak mmbuat sy ragu dan khawatir.. sy fikir pernikahan dg WNA yg trpnting adalah lengkapnya syarat dan dokumen pendukung, trnyata ada yg semacam ini. Tp mudah2 an Allah SWT senantiasa memberikan jalan.. Aamiin

  32. Ribet banget mau nikah ajj d prsulit, gmn klo calon suami WNA g punya duit cukup banyak ? aku stuju banget sm komentar” nya,, gmn donk cara y paling mudah dan tidak ribet tuk nikah dgn WNA, jgn sampai masalah keuangan jd pnghambat prnikahan d tambah dgn syarat” y super repot dan ribet ap g stres buat kdua pasangan y mau mnikah.

  33. Alhamdulillah, saya udah nikah dengan WNA amrik, syariah tgl 16 Mei dan officially tgl 26 Mei, semua berjalan lancar, dari mulai ngurus ijin nikah di sini ke embassy sampe ke KUA semua aman dan ga keluar biaya sebanyak 500jt cuman 500rb.🙂🙂.. sekarang tinggal urus ijin tinggal di indonesia karena dia betah tinggal di Indo. Semoga dilancarkan…aamiien..

  34. Thanks mbak.. Jadi banyak ilmu ttg pernikahan campuran apalagi setelah baca ini.. Sedih baca nya amit2 kalo sampe disahkan. Kasihan pacarku, niat baik mau nikah tapi banyak sekali pengorbanannya. Namanya keluarga baru kan butuh uang banyak. Untuk beli rumah skrg di jakarta minimal 2 miliar, biaya resepsi, biaya hidup kedepannya. Untuk yakinin pacar untuk jadi seiman dan pindah agama aja udah alhamdulillah banget. Ini pemerintah kok malah bikin ruu yang bikin WNA pusing padahal nikah itu lebih barakah ketimbang hanya kumpul kebo (bule disini banyak yang begitu). Kayaknya buat yang pacaran sm WNA mending nikah buru2 ya sebelum ini disahkan hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s