Cerita dari jalan-jalan ke Italia (2)

Day 1. Milan

Milan Duomo

Setelah ketemuan sama adik di bandara bahkan sempat jengkel-2an gara-2 dia jemputnya telat, dari Malpensa Airport kita naik shuttle bus ke pusat kota Milan. Jadi ternyata Malpensa airport tadi terletak agak keluar kota Milan. Tapi walaupun jauh dari pusat kotanya hampir setiap -/+ 20 menit selalu ada shuttle bus dari dan ke Malpensa – Station Central Milan. Harga tiketnya waktu itu sekitar € 7 untuk sekali jalan dan tiket bisa beli di tempat penjualan tiket shuttle bus yang ada di bandara. Shuttle bus kebanyakan diisi para turis yang datang ke Italy. Biasanya para turis turun di Station Central kemudian melanjutkan perjalanan dengan kereta ke kota-2 yang dituju. Atau mungkin yang datang ke Milan, dari Station Central dilanjut dengan naik metro (sebutan untuk subway di Milan).

Hari pertama begitu datang dan istirahat sebentar langsung diajak adik jalan-2 ke pusat wisata Milan untuk melihat Milan Duomo dan Galleria Vittorio Emanuele. Dengan naik metro (subway) di Milan kita sudah bisa jalan-2 kemana-2  dengan biaya murah. Cukup beli tiket metro seharga € 3 yang berlaku selama 24 jam, kita bisa  naik turun metro sepuasnya sambil menyusuri kota Milan.  Milan Duomo dan Galleria Vittorio Emanuele adalah peninggalan komplek katedral dengan arsitektur sangat indah yang sekarang telah menjadi pusat wisata dan bisnis di kota Milan. Jajaran butik-2 mahal sebangsa Prada, Louis Vuitton, cafe-2, gerai toko-2 bermerk mulai Benetton, Zara, H&M dan ratusan lagi membuat pusat kota Milan ini benar-2 selalu rame  dan semarak oleh para turis. Milan memang surga belanja buat penggila fashion. Berdua dengan adik, saya keluar masuk gerai toko untuk merasakan sensasi kota Milan sebagai surga shopping kelas dunia  dan berbelanja beberapa barang.  Sempat melihat ada demo dari pecinta binatang di depan gerai Max Mara yang dituduh memproduksi baju dari kulit binatang.  Meskipun begitu justru banyak turis-2 yang mengabadikan demo dari pencinta binatang ini.

Galleria

Saya benar-2 merasa beruntung karena ada adik yang pernah tinggal di Milan, jadi seakan berjalan dengan free guide merangkap peta berjalan.  Melihat jajaran ratusan gerai-2 terkenal, cafe-2 dipadu dengan arsitektur  bangunan yang sangat indah membuat hari pertama saya di Italy walaupun super capek tapi sangat senang karena walaupun saya bukan penggila fashion namun berbelanja di  Milan merupakan pengalaman tersendiri. Sedikit tips mungkin buat yang akan berbelanja di Milan, awasi pengeluaran Anda bila tidak ingin bangkrut karena lupa diri hehe…

Day 2 – 3. Milan – Mantova.

Berdua dengan adik saya menginap di sebuah hotel di kota Milan karena besoknya kita menjemput bf (boyfriend) saya *blushing* yang menyusul datang dari London ;)  Bertiga naik kereta dari Milan kita memulai perjalanan menuju ke Mantova, kota tempat adik tinggal. Kota Mantova terletak agak ke arah timur – selatan kota Milan dan ditempuh sekitar 2 jam perjalanan dengan kereta.

Mantova merupakan kota kecil nan indah yang dikeliling oleh danau. Meskipun kota kecil namun di kota ini juga terdapat banyak bangunan-2 bersejarah dengan arsitektur yang tak kalah indahnya bahkan masuk dalam Unesco World Heritage Site.  Karena kotanya tidak seberapa besar, dengan berjalan kaki  kita sudah bisa melihat-2 obyek-2 wisata di kota ini. Bukan hanya bangunan-2 tua dengan arsitektur indah namun deretan gerai toko-2 ternama, cafe-2  juga  terdapat di sini. Hari ke 3 lebih banyak saya habiskan berjalan-2 menyusuri danau yang mengeliling kota ini sambil menikmati hangatnya sinar matahari bulan September yang masih terang bersinar walaupun saat itu sudah jam 7 malam. Selama jalan-2 di Italia kemarin saya termasuk beruntung karena di sana baru masuk awal musim gugur, jadi suhu udara tidak seberapa panas dan dingin alias sejuk buat jalan-2. Sayang banget saya tidak punya foto-2 danau Mantova karena waktu jalan-2 camera tertinggal. Jadilah jalan-2 di danau tersebut cuma terekam di kenangan saja🙂

Day 4. Venice

Jalan-2 ke Venice (Venezia dalam bahasa Italy) merupakan acara jalan2 yang sangat saya nantikan. Entah kenapa dari dulu pingin banget bisa melihat Venice. Sebuah kota di tepi laut yang hampir tenggelam namun di situlah letak keindahannya.

Santa Lucia Station

Berdua dengan bf, saya berangkat ke Venice dengan naik kereta dari Mantova. Sempat jengkel karena ketinggalan kereta yang pagi jadi terpaksa baru bisa berangkat sekitar jam 12 siang. Karena tidak ada kereta dari Mantova langsung ke Venice, kita harus berganti kereta di kota Verona dan dari Verona baru naik kereta ke Venice. Total perjalanan sekitar 3 jam dari Mantova ke Venice.  Di Venice terdapat 2 stasiun utama yaitu Mestre and Santa Lucia. Stasiun Mestre terletak di daerah daratan Venice sedangkan Santa Lucia stasiun terletak tidak jauh dari Grand Canal yang artinya begitu keluar dari statiun kita langsung disambut dengan pemandangan kanal-2 khas Venice.

Begitu keluar dari stasiun terus terang rasanya saya tidak percaya akhirnya  ada di Venice !  Melihat kanal-2 dengan gondola-2 dan kapal-2 yang terparkir benar-2 suatu pemandangan indah dan unik buat saya. Berjalan-2 menyusuri kanal-2 di Venice mulai dari kanal-2 yang kecil hingga Grand Canal, naik turun jembatan-2 yang saling menghubungkan tempat-2 di Venice karena terpisah oleh kanal-2,  mengagumi arsitektur bangunan dan rumah-2, hingga melihat-2 deretan cafe-2 yang tertata cantik dan romantis  sepanjang kanal-2. Dan bukan hanya kanal-2 saja yang ada di Venice namun juga gang-2 sempit dengan deretan gerai toko-2 yang selalu ramai dan sibuk oleh turis-2 manca negara. Venice memang selalu rame oleh turis mungkin karena saking terkenalnya tempat ini dunia. Saking seringnya kita bertemu dengan turis-2 mancanegara sampai-2 saya dan bf  bisa bermain tebak-2an dari negara mana turis-2 yang berpapasan dengan kita. Berkali-2 bf bisa menebak asal turis terutama yang dari Eropa sedangkan untuk turis dengan wajah Asia giliran saya yang harus menebak darimana asalnya hehe…😀 (iseng banget ya).

Grand Canal (View from bridge)

Ternyata barang yang paling dibutuhkan bila berjalan-2 di Venice adalah peta, karena saking banyaknya gang-2 sempit dan kanal-2 yang harus dilewati dijamin besar kemungkinan akan membuat para turis tersesat. Kita berdua baru sadar kebutuhan akan sebuah peta setelah muter-2 berusaha mencari-2 landmark kota Venice yaitu Piazza San Marco (konon ini adalah tempat asal sang pelaut  terkenal Marcopolo).  Mungkin karena peta adalah barang yang sangat dibutuhkan oleh para turis so jangan heran kalau selembar peta Venice dijual seharga € 2.5 – € 3 (sekitar Rp 42.000,- dengan kurs € 1 = Rp 14.000,- bandingkan dengan harga peta Surabaya yang dijual Rp 5.000,- di perempatan jalan-2 di Surabaya)  dan jangan harap akan menemukan peta gratisan yang tertempel di pusat-2 keramaian di Venice. Everything is expensive in Venice !  Mulai dari makanan, minuman, souvenir bahkan untuk pipis di toilet umum saja kita harus membayar sekitar € 1.5 (Rp 21.000,-) benar-2 pipis termahal yang pernah saya bayar ! Untuk sedikit mengirit mungkin bisa membawa sendiri minuman daripada beli di sana, karena harga sebotol Coca Cola setara dengan kalau kita pipis di toilet umum hehe..😀

Piazza San Marco

Akhirnya berbekal peta yang dengan terpaksa dibeli, kita berdua bisa menemukan Piazza San Marco. Landmark kota Venice ini terpampang megah dengan menaranya yang tinggi menjulang. Di setiap sudut Piazza San Marco rasanya penuh dengan turis-2. Banyak yang sibuk memotret keindahan arsitektur Piazza ataupun sekedar mengagumi pemandangan di sana. Buat yang suka akan arsitektur dan fotography mungkin di Venice akan banyak menemukan obyek-2 indah untuk difoto salah satunya di Piazza ini. Sayang sekali karena waktu  yang sudah mepet gara-2 berangkat kesiangan tadi dan harus buru-2 mengejar kereta untuk balik ke Mantova, saya dan bf tidak sempat berlama-2 di sini. Setelah membeli souvenir  di salah satu penjualan souvenir yang banyak terdapat di Piazza  kita berdua langsung naik water taxi balik ke Santa Lucia Station. Sambil menunggu kereta kita sempatkan untuk makan sambil menikmati indahnya petang hari di Venice. Venice  memang benar-2 kota yang unik, cantik dan romantis, nggak heran banyak pasangan honeymoon memilih datang ke kota ini.

Satu lagi pengalaman saya selama di Italy yaitu akhirnya bisa juga naik kereta Eurostar. Sebenarnya belinya nggak sengaja, karena kereta regular untuk Verona malam hari sudah tidak ada, jadi terpaksa kita balik naik Eurostar dari Venice ke Verona. Walaupun harganya lebih mahal dari kereta biasa, namun nggak rugi bisa menikmati perjalanan walaupun cuma sebentar dengan kereta Eurostar yang lebih bagus dari kereta regular. Hampir tengah malam kita balik ke Mantova, capek namun seneng banget akhirnya keturutan juga impian bisa melihat Venice, one of famous and romantic city in Europe  !!

10 thoughts on “Cerita dari jalan-jalan ke Italia (2)

  1. cerita menarik mbak. rencana september ini mau ke milan untuk melanjutkan sekolah. jadi lagi nyari pengalaman yg pernah ke sana. hehehe
    salam kenal

  2. Sangat senang sekali membaca pengalaman orang2 Indonesia yang bisa memiliki kesempatan kesana. Italy is such a beautiful country that I do want to live in🙂
    Semoga saya juga bisa kesana nantinya hehe
    Anyway, nice post, keep posting!

    Regards,
    Fefi

    • Hello kalo masalah budget tergantung sih, mau jalan2 ala backpacker ato turis ? Kalo pesawat mungkin standart ya, sekitar 10 – 11 jutaan, kecuali dpt yg promo. Jalan2 paling murah kalo kita punya teman ato kenalan yg bisa disinggahi.

  3. mbak sarida saya mau minta rekomendasi dong tempat-tempat makan pasta di italia sana. bukannya terkenal dengan pastanya ya? share dong mbak makasiiih😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s