Cerita dari jalan-jalan ke Italia (1)

Ini cerita dari libur Lebaran bulan September kemarin di Italy. Sekedar mau berbagi cerita, pengalaman atau mungkin sedikit tips bagi yang ingin berlibur ke Italy. Persiapan sebelum berangkat mungkin sama dengan yang lainnya, yang penting :

1. Passport dan visa yang masih berlaku. Jangan sampai nggak berlaku bisa-2 nggak diperbolehkan masuk sama immigrasinya. Untuk visa ke Italy mungkin nanti saya akan nulis tentang pengalaman mengurus visa di Kedutaan Italy.

2. Tiket pulang-pergi.  Kemarin naik Etihad, 3 bulan sebelumnya udah beli tiket jadi  dapat harga lumayan murah $810, walaupun terbangnya harus dari Jakarta. Untuk Surabaya – Jakarta terbang dengan Garuda dan berhubung kemarin barengan sama libur Lebaran mau nggak mau harus beli tiket dengan harga yang lebih mahal.

3. Uang cash dan credit card. Kalau uang lebih baik sebelum pergi tukarkan dulu Rupiah ke Euro, bisa di bank atau money changer. Atau mungkin lebih bagus lagi seperti saya kemarin dapat pinjaman Euro dari teman jadi nggak perlu repot-2 cari tukeran (Many thanks to my dear friend Ida !!). Kalau bisa bawa nilai pecahan yang lengkap dari yang terbesar sampai terkecil, bahkan coin karena penting kalau mau telpon atau ke toilet umum.

4. Tempat yang akan dituju sesampainya di Italy (hotel, home stay atau mungkin rumah saudara/teman). Lebih baik dicatat dan simpan alamat dan nomor teleponnya. Karena kemarin tinggal di rumah adik jadi untuk urusan akomodasi tinggal tahu beres.

5. Baju-2. Sebaiknya cari tahu dulu di negara tujuan lagi musim apa, panas, dingin so bisa bawa baju yang sesuai. Karena kemarin cuma 10 hari jadi cuma bawa sedikit baju dan lagipula ada adik di sana, tinggal mikir praktisnya  kan bisa pinjam bajunya dia yang untungnya sama ukurannya.

6. Obat-2an. Yang penting bawa obat-2an standard mulai dari Antangin (obat anti masuk angin, maklum orang Indo gampang masuk angin haha), Panadol Flu and Cold, Diatabs obat diaere sampai minyak Tawon yang ternyata berguna banget kalau capek setelah seharian jalan-2 bisa buat mijit-2 kaki.

7. Camera, terutama yang hobby foto-2 narcis haha.. buat mengabadikan tempat-2 dan moment-2 indah selama liburan.

8. Cari tahu info sebanyak-2nya untuk tempat-2 wisata yang akan dituju. Kalau perlu download peta-2 obyek-2 wisata yang akan dituju.

OK, ini cerita perjalanan liburan kemarin.

Penerbangan Surabaya – Jakarta – Abu Dhabi – Milan.

Pulang pergi utk Surabaya – Jakarta naik Garuda, agak rame waktu di bandara karena memang barengan orang mudik lebaran. Waktu di Cengkareng sebelum masuk pintu immigrasi akhirnya saya bisa membuktikan keampuhan kartu NPWP yang saya miliki. Cukup siapkan passport,  kartu NPWP (semuanya udah difotocopy), boarding pass dan kasihkan ke petugasnya. Setelah diperiksa NPWP-nya akhirnya dapat juga stempel bebas fiskal di boarding pass. Woohooo… nggak perlu bayar fiskal, lega banget secara fiskal sekarang Rp. 2.500.000,- yang lebih dari cukup buat tambahan uang saku.

Penerbangan Etihad dari Jakarta – Abu Dhabi kebanyakan diisi penumpangan rombongan-2 tour Indonesia yang akan liburan ke Eropa (kalau dari pengamatan saya). Kemarin benar-2 menikmati perjalanan dengan Etihad karena selain pesawatnya baru, makanannya juga lumayan enak, pramugari juga ramah-2, entertaiment di-seat-ya juga OK banget. Koleksi lagu dan filmnya mulai dari yg lama sampe baru, lengkap banget. Hampir 6 jam perjalanan nggak terasa, karena selain sibuk makan juga lihat film, gonta-ganti tontonan (ndeso banget ya) tahu-2 sudah nyampe ke Abu Dhabi  International Airport. Dan untungnya lagi saya cuma nunggu sekitar 2.5 jam untuk transit pesawat ke Milan. Cuma ada satu pengalaman agak menjengkelkan waktu mau boarding di Abu Dhabi. Di pintu boarding  (sebelum naik pesawat), petugas yang memeriksa passport, sempat tanya macem-2 kayak tujuan apa ke Italy dan berapa lama di sana. Bahkan visa  Schengen di passport sempat dilihat pake kacamata khusus untuk mengetahui asli atau palsu visa-nya. Sempat jengkel karena bagaimana pun dia cuma petugas aiport bukan petugas immigrasi. Dan pemeriksaan model begini hanya berlaku untuk orang-2 dengan Asian look kayak saya dan tidak berlaku untuk para bule. Bule-2 cukup mengasihkan passport dan boarding pass saja tanpa perlu ditanya-2.

Terus waktu duduk menunggu boarding ke pesawat seorang ibu-2 bule yang duduk di sebelah saya sempat tanya kenapa saya ditanya-2 dan passport diperiksa pakai kacamata khusus segala. Saya bilang tidak tahu, mungkin karena tampang saya. Ibu tadi hanya bisa geleng-2 kepala dan bilang bagaimanapun dia hanyalah petugas aiport tidak berhak-2 tanya-2 kayak petugas immigrasi. Lagipula saya masih di Abu Dhabi belum juga masuk ke Italy. Ternyata ibu ini  sangat ramah juga dan kita sempat terlibat obrolan seru sembari menunggu masuk ke pesawat. Dia tanya asal saya dan langsung senang waktu saya bilang dari Indonesia karena ibu ini kecilnya pernah tinggal di Indonesia. Dia memuji-2 makanan Indonesia karena dia termasuk food lover. Dia punya hobby bepergian sendirian keliling dunia  dengan misi untuk mencoba-2 makanan di negara-2 yang dia kunjungi. Ibu yang ternyata asli orang Italy ini baru saja balik dari keliling Afrika dalam rangka  mencoba-2 berbagai makanan di sana. Waaahh benar-2 hobby yang mahal pikir saya. Mungin karena saking serunya kita ngobrol-2, ibu ini sempat tanya tempat duduk saya di pesawat apakah dekat dengan dia. Dan setelah kita saling memperlihatkan boarding pass ternyata tempat duduk ibu ini jauh banget dari saya. Yaa akhirnya obrolan seru kita harus berakhir begitu kita masuk ke pesawat.

Selama penerbangan 6 jam Abu Dhabi – Milan masih tetap dengan Etihad saya kebagian di window seat lagi. Walaupun nggak banyak yang bisa dilihat karena malam hari tapi mata saya juga nggak mau diajak tidur. Padahal rencananya untuk perjalanan Abu Dhabi – Milan akan saya isi dengan tidur biar nggak seberapa capek waktu nyampe di Milan. Sempat tidur 30 menit dan sisanya lagi-2 diisi sama nonton film, ndengerin lagu dan ngobrol sama cewek dari China  duduk di sebelah. Kita ngobrolin banyak hal mulai dari tujuan datang ke Italy (dia datang untuk bisnis) sampai tentang pekerjaan kita masing-2. Senang banget karena selama dalam perjalanan bertemu dengan orang-2 yang baik-2 yang bisa diajak mengobrol.

Sekitar jam 6.30 pagi pesawat mendarat juga di Malpensa International Airport Milan. Dari jendela pesawat saya sempat lihat, Milan pagi itu agak berkabut dan  dingin. Masuk di pintu immigrasi sama sekali nggak ada masalah. No questions from the immigration officer, he was just simply stamped my passport and that was it. Saya sempat teringat sama petugas bandara Abu Dhabi yang memeriksa visa  pakai kacamata kuda dan heran karena justru di immigrasi Italy  malah no problemo. Menunggu sebentar untuk mengambil luggage sambil masih tetap ngobrol-2 dengan cewek China teman perjalanan saya. Akhirnya kita berdua berpisah karena dia langsung menuju hotelnya di Milan dan saya masih harus menunggu adik yang datang menjemput di bandara.

Seraya menunggu adik datang menjemput saya sempat melihat pemandangan sekilas kota Milan pagi melalui pintu keluar  airport. Rasanya benar-2 tidak percaya because I was finally in Milan !!

Next I will write my about travel experience in Italy di Cerita dari jalan-jalan ke Italia part 2.

50 thoughts on “Cerita dari jalan-jalan ke Italia (1)

  1. mbak, salam kenal ..
    mohon info kalau saya harus transit 6 jam di abu dhabi apakah di loungenya saya bisa tidur berhubung saya bersama ibu saya yn sdh lansia .. txs

  2. Salam kenal juga mbak, kalau tidur-2an di ruang tunggu sepertinya bisa ya, apalagi kan 6 jam lumayan lama juga nunggunya. Oh ya mungkin mbak bisa minta bantuan sama airline yg mbak pakai untuk minta kursi roda buat ibu jadi biar tidak terlalu capek jalan pada saat transit di terminal.

    • Hi sorry ya baru sempat jawab. Utk visa asal semua document lengkap, Insya Allah gampang dapat visanya. Aku kemarin semua document lengkap jadi bisa langsung dapat visa. Coba kamu cek dengan kedutaan Italy utk syarat-2nya.

  3. salam kenal mbak, saya jg lagi mo apply schengen visa buat ke italia… cuman penasaran aja gimana cara beli travel insurancenya ya? trus ada requirement tertentu ga musti beli yang kaya gimana?

    trus jg katanya musti ngelampirin buku saldo tabungan yah, ada minimum musti berapa di tabungannya ga mbak? makasih ya!

    • Hello Mary, salam kenal juga. Utk travel insurance bisa beli di travel agent-2. Seingatku tidak seberapa mahal sekitar US $ 50. Atau kamu bisa telp ke Italian embassy untuk pastinya.
      Utk copy buku tabungan harus disertakan waktu aplikasi visa. Dulu aku pakai bukan hanya copy buku tabungan saja tapi juga surat keterangan dari bank yang menyatakan kita masih nasabah aktif di bank tsb. Untuk besarnya aku kurang tahu. Kalau kamu travel dengan biaya sendiri setidaknya tabungan kamu cukup utk biaya perjalanan kamu, kalau ada yg mensponsori kamu harus menyertakan surat sponsor. Good luck with your visa.

  4. bagus sekali Mba tulisannyaa…sangat bermanfaat untuk stepnya buat yang pertama kali mau terbang ke Italia blognya bagus bangettt dehhh… Thanks 4 sharing dan salam kenal🙂

  5. halo,,, salam kenal. thanks ya ud mau share pengalamannya ke italia… Mau tanya donk. Sy diundang teman saya untuk dtg ke itali 2-3 bulan kedepan.
    Surat sponsor itu harus dari perusahaan/toko (klo pny usaha sendiri) ya ? Kalo dari surat dari org yg undang saya saja, cukup gak ya ? Kan dia yg bakal menjamin sy disana.
    Bukti keuangan pribadi, disalah satu web ada yg menyebutkan minimal saldo 80jt, apa benar ? kalo rekeningnya gak nyampe nilai segitu bagaimana?
    Konfirmasi hotel, kalau km kan nginap di tempat sdr km. Trus aplikasi yg diajukan sbg pengganti dr dok ”konfirmasi hotel” apa ?

    Thanks

    • Hello salam kenal juga…. ok aku coba jawab pertanyaan kamu satu-2 yaa..
      1. Untuk surat sponsor perusahaan itu mungkin maksudnya kalau kamu dikirim oleh tempat kamu bekerja/business trip. Tapi kalau nggak misalnya kamu apply turis visa, kamu juga harus melampirkan surat dari tempat kamu kerja intinya cuma untuk menunjukkan kalo kita punya kerjaan di Indonesia. Kayak surat keterangan kerja dari kantor kita. Aku kemarin juga diminta copy NPWP kantor aku kerja.
      2. Surat sponsor dari penggundang tetap harus ada dan ini bukan surat undangan biasa. Waktu itu adik aku minta surat kayak di kantor imigrasi di Italy karena akan mengundang saudara untuk berkunjung. Kantor ini nantinya yang akan mengeluarkan surat undangannya trus kita bawa ke kedutaan. Waktu itu malah surat undanganku diperiksa juga keasliannya. Btw aku lupa apa namanya surat apaan yaa..
      3. Kalau misalnya kamu merasa rekening kamu nggak menyukupi, sponsor kamu harus minta surat jaminan (insurance) ke bank yang menyatakan dia akan mencover semua biaya kamu di Italy. Aku kemarin juga seperti pakai surat jaminan bank dan adikku juga yang membuatkan. Jadi dia harus menaruh deposit di bank untuk mengeluarkan surat jaminan ini. Waktu itu nggak salah adikku deposit sekitar 1000 euro, tapi uang ini nanti bisa dicairkan kembali kalau kamu udah balik ke Indo.
      4. Untuk tempat tinggal kamu selama di Italy, sponsor kamu juga harus meminta surat kayak kelurahan di sana kali yaa.. yang menyatakan kalau tempat tinggalnya layak untuk ditempati tamu. Aku dulu sih untungnya nggak pake🙂 mungkin krn surat sponsor dari adikku sudah cukup.
      Agak ribet sih memang untuk urusan surat-2nya, tapi mumpung kamu masih 2 – 3 bulan ke depan ada baikknya kamu dan sponsor mulai cari-2 informasi dan mempersiapkan surat-2nya. Good luck !!

  6. salam kenal mbak……bulan january saya akan ke italy….. dan saya di sponsori oleh tmn saya yg di taly..yg saya tanyakan mbak….apakah yg sponsori hrs punya bank garante 35000 euro ? sy akan tinggal disana sekitar 3 bulan trima kasih mbak untuk infonya

    • Hello Susane. Seingat saya waktu dulu adik mensponsori, dia membuat bank garansi (jaminan) sebesar Euro 1000, karena saya pergi sekitar 10 hari. Mungkin dibuat perkiraannya saja ya, kira-2 bank garansi cukup untuk mencover hidup kamu selama di sana. Jaminan bank ini nanti bisa diuangkan lagi koq kalau kita udah balik.

      • thanks sarida..balasa nya……..boleh bertanya lgi hehehe..lupa saya..hehehe…selain bank garante……..surat 2 apa saja, yg saya harus minta dr teman saya di italia…….apakah cukup dengan surat undangan?Passport tmn sy apa juga di mintakah oleh ke dutaan italia? terima kasih banyak mbak……….untuk bantuannya..

      • Hello Susane, apakah teman ini orang Italy ? Untuk surat undangan setahu saya teman kamu harus minta kayak ke “imigrasi” sana. Saya kurang tahu pasti imigrasi ato apa ya mungkin nanti bisa saya tanyakan ke adik saya. Yg jelas surat undangannya bukan berupa surat yang ditulis teman kamu yang menyatakan untuk mengundang kamu, tapi teman kamu harus mengisi suatu form untuk mengundang kamu, nah surat dari imigrasi ini yang nanti harus kamu bawa ke kedutaan. Dulu surat undangan saya diperiksa sama officernya, asli atau bukan karena kayak ada materainya gitu. Trus utk passport si pengundang sertakan saja copy-nya, kalau dia WN Italy mungkin bisa pula menyertakan kayak copy identity card-nya di sana. Kalau tidak salah ada lagi surat yang menyatakan teman kamu punya tempat tinggal yang layak utk kamu tempati. Coba kamu search di websitenya kedutaan Italy. Memang agak ribet sih utk urusan surat menyuratnya.

      • You are welcome. Btw aku dulu waktu apply pertama kali juga kurang begitu tahu ttg syarat-2nya, mana saat itu aku udah datang jauh-2 ke Jakarta utk apply. Trus waktu di kedutaan aku ketemu sama cewek yang juga mau apply turis visa. Dia disponsorin pacarnya yang orang Italy dan akan stay sekitar 3 bulanan di Italy. Cewek ini yang kasih tahu tentang surat-2 yang harus aku submit kalau mau disponsorin orang yang tinggal di Italy. Akhirnya adik aku menngurus semua surat-2 yang aku perlukan dan syukurlah karena surat-2ku lengkap langsung diapprove sama embassy. Aku dulu apply-nya masih di kedutaan Italy tapi rasanya sekarang kedutaan Italy memakai jasa VFS untuk pengurusan visa-nya. Coba kamu search lagi info ttg Schengen Visa. Good luck with your visa.

  7. tips liburannya bermanfaat banget nih, kebetulan bulan depan mau ke itali. kira-kira dari Jakarta ke Itali makan waktu berapa lama ya mba? salam kenal ya sebelumnya🙂

  8. Bln Oktober 2013 saya mau ke Genova – Italy
    ini adalah my first long trip
    klo dari cerita mbak di atas
    sy jadi agal sedikit takut klo masalah dipriksa2 smpe segitunya

    • Tidak perlu takut, kalau memang sudah ada visa nya dan tujuan kita memang hanya mau berkunjung tidak akan ada masalah. Kalau memang ditanya2 sama petugas imigrasi, jawab saja yang jujur. Waktu di imigrasi Itali, saya tidak ditanyain apa2 dan lancar2 saja.

  9. mau tanya kalo di sana, komunikasi bisa ngga pake bahasa Inggris? karena kata teman teman saya kalo ke Italy kita harus belajar bahasa perancis yg umum krn mereka susah pake bhs Inggris.. saya akan ke sama minggu depan bersama keluarga. Terima kasih.

    • Hello, sorry baru jawab. Untuk komunikasi orang-2 Italy memang agak susah bahasa Inggris, tapi untuk para petugas misalnya di imigrasi, stasiun atau public service lainnya mereka mengerti bahasa inggris.

  10. salam kenal mbak sarida ,makasih untuk tulisannya yang sangat bermanfaat,mbak boleh minta emailnya, aku berencana ke italy sekeluarga , adiknya masih di italy ngk ya mbak , lagi cari guide org indonesia ..

  11. mbak saya mau nanya, saya ada urusan di italy untuk pertukaran gitu, tapi visanya kita yang ngurus sama tiketnya, kalo seperti itu bagai mana ya? ada sarah gak? maklum masih awam

  12. salam kenal, mba. seru juga jalan2 ke italy nya, pengen suatu saat bisa ke sana, cuma kendala di budget dan waktu, kira2 budgetnya berapa ya untuk 3 hari di sana? prefer ke Tuscany krn ada tmn di sana, jd ada tour guide gratis hihihi..thanks ya, mba

  13. Mau tanya nih, internetan disana pake apaa?? Khn pengen tu, upload2 foto.. Update2 status pas dsna…. Trz, ad recommended place? Rencan bukan dpn saya mau ke milan.

    • Untuk bikin visa, aplikasinya melalui VFS, agent yang ditunjuk oleh UKBA. Di VFS tidak ada interview karena hanya agent untuk menerima aplikasi. Tidak semua aplikasi visa di interview oleh UKBA. Saya pernah sekali di interview by phone dan diapprove. Apply terakhir kemarin tidak di interview dan diapprove juga.

  14. Halo Mbak,

    Salam kenal, thankx informasinya sangat berharga, saya lagi merencanakan liburan ke italia rahun depan, karena dari Papua (jauh) harus perhitungan baik2 biar gak tekor🙂. Tulisannya sangat membantu skali….

  15. Mba, pengalaman ngurus visa italy nya belum ditulis yah? Mau tau dong mba.. Tapi beda nggak yah ngurus thn 2009 sama skrg?
    Oh iya, aku tanya dong…itu NPWP nya mba bebas fiskal dari sub-jkt aja yah?
    Thx be4 yaa mba..

    • Hello, iya tulisan ini saya buat tahun 2009, apply visa Italy setahu saya kalau syarat masih tetap sama tapi sekarang mungkin apply nya tidak melalui kedutaan lagi tapi lewat VFS. Mungkin nanti kalau saya apply visa Schengen lagi akan saya tulis untuk pengalamannya. Btw, sekarang ini keluar negeri sudah bebas fiskal jadi tidak perlu menunjukkan NPWP lagi.

  16. mba..hi..ciaooo..salam kenal ya mba…seru bngt nih baca kisah nya mbak dr pengurusan visa sampai udh tiba di italy,gini loh mba..saya ada rencama mau kesana tahun depan ,klau bisa bulan mei atau juni ,
    be honest..ini masih rencana,kalau Tughan ijinkna,saya bahagia sekali,karena saya akan bertemu dengan dengan teman saya yang udah lama sekali jadi teman saya mba,tapi blm pernah bertemu wajah,dan dia sangat mengharapkan kedatangan saya ke italy,
    saya bingung mbak,ga ngerti gmna cara pengurusannya,maklum saya orang desa,
    apakah mbak berkenan membantu saya untuk menerangkan semuanya mba,dan kl boleh saya minta email mba donk,pengen ngobrol sm bak jg….grazie bella..baciiii

  17. Luar biasa pengalamannya mbak… jadi semakin terinspirasi baca tulisan ini. Semoga suatu saat nanti bisa ke Italy.
    Saya mau tanya mbak, kira-kira bagusnya ke milan melalui bandara Malpensa atau Bergamo ? Mohon infonya, makasih.
    sukses selalu. Salam🙂

  18. Mba Sarida, adeknya masihkah di Italy ? apa saya bisa kontek mba langsung .. kebetulan ada sesuatu hal yang ingin saya tanyakan. Kalo boleh minta no HPnya

  19. mba sarida asal saya dari purwokerto, banyumas, jawa tengah. saya megidam ngidamkan sekali liburan ke italia. tapi bagaimana kah saya harus mengurus suratsurat untuk berlibur kesana. apa saja dokumen yg harus saya buat ketika disana. saya blm pernah keluar negeri samasekali. trus saya juga sama mau tanya kirakira butuh biaya berapa ke italia dengan penginapan 3 hari saja. biaya total dari pengurusan visa hingga pulang dari kota venice. permasalahnya saya juga tdk punya saudara mba disana

    • Willy Reza, saya cuma mau bantu jawab, informasinya bisa dicari di google sudah banyak sekali yang menjelaskan cara dan persyaratan untuk bepergian ke luar negeri, seperti italia.
      bahkan beberapa formulir seperti surat undangan nya sudah bisa diunduh di website. rajin2 googling aja🙂 . ketik saja “syarat visa ke italia” di kolom google. lalu anda bisa dapatkan informasi tentang biaya, persyaratan, dan lain-lain, termasuk kemana anda harus mengurus visa, bagaimana caranya dll.
      kalau tidak punya saudara dan mau mencoba bepergian sendiri, itu akan sangat susah sekaliii apalagi jika belum pernah melakukan travelling sebelumnya.
      Tapi dicoba saja, who knows?😉
      semoga membantu ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s