Day 5. Mantova
Setelah keliling-2 Venice, hari berikutnya lebih banyak jalan-2 di kota Mantova. Pagi hari adik sudah ngajak jalan-2 ke pasar kaget alias mercato yang adanya cuma hari Kamis. Pasar dadakan ini adanya cuma di pagi hari dan yang dijual pun macam-2 mulai baju-2, sepatu sampe bunga. Tempatnya di salah satu Piazza (lapangan terbuka). Hampir semua pedagang di mercato ini berjualan di mobil-2 besar, jadi tiap hari mereka keliling dari satu kota ke kota lain. Seru juga berbelanja di pasar dadakan ala Italia karena barang-2 yang dijual juga bagus-2 walaupun harganya juga nggak murah kalau diconvertkan ke rupiah.
Menjelang sore acara jalan-2 di Mantova masih berlanjut. Karena memang kotanya kecil sebenarnya dalam sehari kita bisa mengunjungi beberapa obyek wisata dengan berjalan kaki. Beberapa obyek wisata di Mantova yaitu Palazzo Ducale, Palazzo Te dan beberapa Piazza. Karena kemarin jalan-2nya sudah agak sore terpaksa kita tidak bisa masuk melihat-2 di dalam Palazzo-2. Menjelang malam biasanya di Piazza-2 rame dengan cafe-2 terbuka yang menyuguhkan makan malam ala Italia.
Day 6. Milan (again !)
Jalan-2 hari berikutnya balik lagi ke Milan. Sebenarnya pingin juga berkunjung ke kota Verona yang juga dekat dengan Mantova, tapi berhubung pingin lihat San Siro Stadium jadilah kita pergi ke Milan lagi. Dari Mantova naik kereta turun di Station Central Milan langsung naik metro menuju ke (lagi-2) Duomo Milan. Jalan-2 ke Milan untuk ke-2 kalinya ini membuat saya mengerti tentang system metropolitana (subway) di Milan, bagaimana kita harus berganti dari satu line ke line lainnya. Satu hal yang patut dikagumi dari kota-2 besar di Eropa adalah system transportasinya yang benar-2 mudah, murah dan tepat waktu. Bahkan kita bisa melihat di board berapa menit lagi kereta akan datang. Orang-2nya juga tertib waktu naik nggak asal berebut. Namun harus hati-2 juga sama copet yang sering beraksi di dalam metro. Saya mengalami sendiri hampir kecopetan di dalam metro di Milan. Waktu itu kita lagi berdiri karena nggak kebagian tempat duduk dan metro penuh sesak, tiba-2 saja rasanya ada yang meraba-2 tas kecil saya dan refleks saya tarik itu tas sambil ngomong panik ke bf yg berdiri tepat di belakang saya “Someone is grabbing my bag !”. Cowok yang berdiri di depan saya (100% yakin dia copetnya) langsung saja pura-2 innocent bilang “Did I do something wrong?”. Heran ya padahal kita di Italy, si copet jelas-2 ngomong pakai bahasa Inggris. Mungkin dia tahu kalau kita turis jadi sudah siap pura-2 nggak salah kalau ketahuan. Karena masih shock saya pelototi dia dan pada saat yang bersamaan kereta berhenti, begitu pintu metro terbuka dia langsung kabur. Kejadiannya cepat banget sampai-2 bf ikut bingung dan jengkel karena copetnya keburu kabur. Sepertinya dia memang sudah niat mencuri sewaktu kereta akan berhenti di stasiun, jadi begitu kereta berhenti dan pintu terbuka dia bisa langsung kabur. Untung sebelumnya saya sudah diwanti-2 sama adik untuk berhati-2 kalau di metro karena memang banyak copetnya. Umumnya copet ini orang-2 Rumania dan tidak ketara kalau mereka copet. Seperti orang yang hampir mencopet saya tadi, orangnya putih, masih muda bahkan bisa dikata cakep. Beruntung banget semua barang-2 saya di dalam tas tidak ada yang dicopet. Lagipula si pencopet rupanya belum tahu sebagai orang yang dibesarkan di Surabaya, saya punya beberapa pengalaman menghadapi aksi copet di dalam kendaraan umum
Sekali lagi saya jalan-2 di Duomo dan Galleria Milan yang penuh dengan jajaran toko-2 bermerknya, kali ini bahkan kita jalan-2nya lebih jauh lagi karena ingin tahu lebih banyak tentang pusat kota Milan. Sama seperti kota-2 besar lainnya, bank-2, kantor pemerintahan, restaurant, hotel-2 sampai apartment mewarnai pusat kota Milan. Buat saya yang memang baru kali ini mengunjungi kota-2 di Eropa masih tetap saja terkagum-2 dengan arsitektur bangunan-2 tersebut.
Setelah puas melihat-2 pusat kota Milan, selanjutnya masih tetap dengan naik metro kita mengunjungi Castello Sforzesco yaitu castle yang dulunya tempat tinggal keluarga penguasa kota Milan yang sekarang telah berubah menjadi museum. Castello Sforzesco merupakan salah satu obyek wisata kota Milan yang juga ramai dikunjungi para turis. Sama seperti bangunan bersejarah yang lain, castle ini juga masih terawat dengan baik. Melihat-2 taman, kolam dan bagian dalam castle serasa kita dibawa masuk ke kehidupan keluarga kerajaan jaman dulu.
Dari Castello Sforzesco jalan-2nya masih terus lanjut untuk mengunjungi stadium team AC Milan, San Siro atau Stadio Giuseppe Meazza. Naik metro turun di Lotto metro station. Tanya-2 ke carabinieri (polisinya Italy) dan ditunjukin arah ke San Siro Stadium. Setelah jalan cukup jauh karena ternyata untuk menemukan San Siro kita masih harus melewati lapangan pacuan kuda akhirnya sampai juga di depan stadium-nya team AC Milan tersebut. Kita memang hanya sempat foto-2 sebentar di depan gate San Siro dan tidak sempat untuk melihat-2 San Siro lebih jauh lagi. Tampak juga beberapa turis yang bisa dipastikan Milanisti (dilihat dari atribut serba AC Milan yang mereka pakai) berfoto-2 di depan San Siro. Karena kecapekan setelah berjalan jauh demi bisa melihat San Siro kita berdua sempat istirahat sebentar dan makan di cafe dekat lapangan pacuan kuda tadi. Ternyata di lapangan kuda tersebut terdapat patung kuda yang dibuat berdasarkan design karya seniman besar Italia Leonardo da Vinci. Akhirnya karena sudah sore dan masih harus mengejar kereta balik ke Mantova, berakhirlah edisi jalan-2 kita ke Milan hari itu. Saking capeknya saya sampai ketiduran di dalam kereta namun benar-2 puas dan senang karena akhirnya bisa juga melihat langsung stadium-nya team AC Milan, San Siro !!
Day 7 – 8. Mantova
Hari berikutnya lebih banyak saya habiskan di Mantova untuk mengunjungi keluarga suami adik yang tinggal di kota -2 dekat Mantova. Menikmati makan siang ala keluarga Italia yang hangat lengkap dengan sajian makanannya yang benar-2 yummy sampai melihat-2 kebun anggur namun sayangnya anggurnya sudah dipanen karena bulan September sudah mulai masuk musim gugur. Setelah puas diajak muter-2 untuk kunjungan keluarga malamnya kita menikmati malam minggu dengan makan pizza di salah satu cafe terbuka di halaman depan salah satu Piazza. Karena waktu itu suhu udara masih hangat, tidak heran kalau malam minggu city center rame banget. Untuk kota kecilnya rasanya Mantova sangat meriah di malam minggu. Jajaran cafe-2 terbuka, panggung musik, orang-2 yang berlalu lalang untuk belanja di deretan toko-2 di city center membuat kota kecil ini begitu hidup di malam hari. Walaupun sayangnya toko-2 di sana rata-2 tutup jam 7 malam, namun kota ini masih tetap rame dengan orang-2 yang ingin menikmati malam minggu.
Hari terakhir saya di Mantova lebih banyak saya habiskan untuk last minute shopping buat oleh-2 and packing-2. Minggu malam dengan naik kereta saya dan bf kembali ke Milan untuk mengejar penerbangan pulang keesokan harinya. Akhirnya liburan saya di Italy berakhir sudah. Sedih banget ketika harus berpisah dengan orang-2 yang kita sayangi but that’s life bagaimana pun ini cuma liburan dan berharap semoga kita cepat bertemu kembali suatu hari nanti. Life must go on, saya dan bf harus kembali pulang ke negara masing-2 karena pekerjaan sudah menanti. Bf balik ke London dan saya balik ke Surabaya. Walaupun sangat sedih namun saya juga sangat bahagia dan bersyukur atas hari-2 yang indah selama saya di Italy. Bagi saya Italia dan kota-2nya akan selalu saya kenang dan berharap suatu saat nanti bisa mengunjungi lagi untuk jalan-2 edisi yang lain
Arrivederci Italia !!
Semua foto-2 bisa diakses di My Flickr
♥♥











