Cerita dari jalan-jalan ke Italia (3)

Day 5.  Mantova

Busy morning in Mercato

Setelah keliling-2 Venice, hari berikutnya lebih banyak jalan-2 di kota Mantova. Pagi hari adik sudah ngajak jalan-2 ke pasar kaget alias mercato yang adanya cuma hari Kamis. Pasar dadakan ini adanya cuma di pagi hari dan yang dijual pun macam-2 mulai baju-2, sepatu sampe bunga. Tempatnya di  salah satu Piazza (lapangan terbuka). Hampir semua pedagang di mercato ini berjualan di mobil-2 besar, jadi tiap hari mereka keliling dari satu kota ke kota lain. Seru juga berbelanja di pasar dadakan ala Italia karena barang-2 yang dijual juga bagus-2 walaupun harganya juga nggak murah kalau diconvertkan ke rupiah.

View around Piazza Sordello

Palazzo Ducale

Menjelang sore acara jalan-2 di Mantova masih berlanjut. Karena memang kotanya kecil sebenarnya dalam sehari kita bisa mengunjungi beberapa obyek wisata dengan berjalan kaki. Beberapa obyek wisata di Mantova yaitu Palazzo Ducale, Palazzo Te dan beberapa Piazza. Karena kemarin jalan-2nya sudah agak sore terpaksa kita tidak bisa masuk melihat-2 di dalam Palazzo-2. Menjelang malam biasanya di  Piazza-2 rame dengan cafe-2 terbuka yang menyuguhkan makan malam ala Italia.

Day 6. Milan (again !)

Metro station in Milan

Jalan-2 hari berikutnya balik lagi ke Milan. Sebenarnya pingin juga berkunjung ke kota Verona yang juga dekat dengan Mantova, tapi berhubung pingin lihat San Siro  Stadium jadilah kita pergi ke Milan lagi. Dari Mantova naik kereta turun di Station Central Milan langsung naik metro menuju ke (lagi-2) Duomo Milan. Jalan-2 ke Milan untuk ke-2 kalinya ini membuat saya mengerti tentang system metropolitana (subway) di Milan, bagaimana kita harus berganti dari satu line ke line lainnya. Satu hal yang  patut dikagumi dari kota-2 besar di Eropa adalah system transportasinya yang benar-2 mudah,  murah   dan tepat waktu. Bahkan kita bisa melihat di board berapa menit lagi kereta akan datang. Orang-2nya juga tertib waktu naik nggak asal berebut. Namun  harus hati-2  juga sama copet yang sering beraksi di dalam metro. Saya mengalami sendiri hampir kecopetan di dalam metro di Milan. Waktu itu kita lagi berdiri karena nggak kebagian tempat duduk dan metro penuh sesak, tiba-2 saja rasanya ada yang meraba-2 tas  kecil saya dan refleks saya tarik itu tas sambil ngomong panik ke bf yg berdiri tepat di belakang saya “Someone is grabbing my bag !”. Cowok yang berdiri di depan saya (100% yakin dia copetnya) langsung saja pura-2 innocent bilang “Did I do something wrong?”.  Heran ya padahal kita di Italy, si copet jelas-2 ngomong pakai bahasa Inggris. Mungkin dia  tahu kalau kita turis jadi sudah siap pura-2 nggak salah kalau ketahuan. Karena masih shock saya pelototi dia dan pada saat yang bersamaan kereta berhenti, begitu pintu metro terbuka dia langsung kabur. Kejadiannya cepat banget sampai-2 bf ikut bingung dan jengkel karena copetnya keburu kabur. Sepertinya dia memang sudah niat mencuri sewaktu kereta akan berhenti di stasiun, jadi begitu kereta berhenti dan pintu terbuka dia bisa langsung kabur. Untung sebelumnya saya sudah diwanti-2 sama adik untuk berhati-2 kalau di metro karena memang banyak copetnya. Umumnya copet ini orang-2 Rumania dan tidak ketara kalau mereka copet. Seperti orang yang hampir mencopet saya tadi, orangnya putih, masih muda bahkan bisa dikata cakep. Beruntung banget semua barang-2 saya di dalam tas tidak  ada yang dicopet. Lagipula si pencopet rupanya belum tahu sebagai orang yang dibesarkan di Surabaya, saya punya beberapa pengalaman  menghadapi aksi copet di dalam kendaraan umum :D

Sekali lagi saya jalan-2 di Duomo dan Galleria Milan yang penuh dengan jajaran toko-2 bermerknya, kali ini bahkan kita jalan-2nya lebih jauh lagi karena ingin tahu lebih banyak tentang pusat kota Milan. Sama seperti kota-2 besar lainnya, bank-2, kantor pemerintahan, restaurant, hotel-2 sampai apartment mewarnai pusat kota Milan. Buat saya yang memang baru kali ini mengunjungi kota-2 di Eropa masih tetap saja terkagum-2 dengan arsitektur bangunan-2 tersebut.

Inside Castello Sforzesco

Setelah puas melihat-2 pusat kota Milan, selanjutnya masih tetap dengan naik metro kita mengunjungi Castello Sforzesco yaitu castle yang dulunya tempat tinggal keluarga penguasa kota Milan yang sekarang telah berubah menjadi museum. Castello Sforzesco merupakan salah satu obyek wisata kota Milan yang juga ramai dikunjungi para turis. Sama seperti bangunan bersejarah yang lain, castle ini juga masih terawat dengan baik. Melihat-2 taman, kolam dan bagian dalam castle serasa kita dibawa masuk ke kehidupan keluarga kerajaan jaman dulu.

San Siro Stadium

Leonardo da Vinci's Horse statue

Dari Castello Sforzesco jalan-2nya masih terus lanjut untuk mengunjungi stadium team AC Milan, San Siro atau  Stadio Giuseppe Meazza. Naik metro turun di Lotto metro station. Tanya-2 ke carabinieri (polisinya Italy) dan ditunjukin arah ke San Siro Stadium. Setelah jalan cukup jauh karena ternyata untuk menemukan San Siro kita masih harus melewati lapangan pacuan kuda akhirnya sampai juga di depan stadium-nya team AC Milan tersebut. Kita memang hanya sempat foto-2 sebentar di depan gate San Siro dan tidak sempat untuk melihat-2 San Siro lebih jauh lagi.  Tampak juga beberapa turis yang bisa dipastikan Milanisti (dilihat dari atribut serba AC Milan yang mereka pakai) berfoto-2 di depan San Siro. Karena kecapekan setelah berjalan jauh demi bisa melihat San Siro kita berdua sempat istirahat sebentar dan makan di cafe dekat lapangan pacuan kuda tadi. Ternyata di lapangan kuda tersebut terdapat patung kuda  yang dibuat berdasarkan design karya seniman besar Italia Leonardo da Vinci.  Akhirnya karena sudah sore dan masih harus mengejar kereta  balik ke Mantova, berakhirlah edisi jalan-2 kita ke Milan hari itu. Saking capeknya saya sampai ketiduran di dalam kereta namun benar-2 puas dan senang karena akhirnya bisa juga melihat langsung stadium-nya team AC Milan, San Siro !! :D

Day 7 – 8. Mantova

Hari berikutnya lebih banyak saya habiskan di Mantova untuk mengunjungi keluarga suami adik yang tinggal di  kota -2 dekat Mantova. Menikmati makan siang ala keluarga Italia  yang hangat lengkap dengan sajian makanannya yang  benar-2 yummy sampai melihat-2 kebun anggur namun sayangnya anggurnya sudah dipanen karena bulan September sudah mulai masuk musim gugur. Setelah puas diajak muter-2 untuk kunjungan keluarga malamnya kita menikmati malam minggu dengan makan pizza di salah satu cafe terbuka di halaman depan salah satu Piazza. Karena waktu itu suhu udara masih hangat, tidak heran kalau malam minggu city center rame banget. Untuk kota kecilnya rasanya Mantova sangat meriah di malam minggu. Jajaran cafe-2 terbuka, panggung musik, orang-2 yang berlalu lalang untuk belanja di deretan toko-2 di city center membuat kota kecil ini begitu hidup di malam hari. Walaupun sayangnya toko-2 di sana rata-2 tutup jam 7 malam, namun kota ini masih tetap rame dengan orang-2 yang ingin menikmati malam minggu.

Hari terakhir saya di Mantova lebih banyak saya habiskan untuk last minute shopping buat oleh-2 and packing-2. Minggu malam dengan naik kereta saya dan bf  kembali ke Milan untuk mengejar penerbangan  pulang keesokan harinya.  Akhirnya liburan saya di Italy berakhir sudah. Sedih banget ketika harus berpisah dengan orang-2 yang kita sayangi but that’s life bagaimana pun ini cuma liburan dan berharap semoga kita cepat bertemu kembali  suatu hari nanti. Life must go on, saya dan bf harus kembali pulang ke negara masing-2 karena pekerjaan sudah menanti.  Bf balik ke London dan saya balik ke Surabaya. Walaupun sangat sedih namun saya juga sangat bahagia dan bersyukur atas hari-2 yang indah selama saya di Italy. Bagi saya Italia dan kota-2nya akan selalu saya kenang dan berharap suatu saat nanti bisa mengunjungi lagi untuk jalan-2 edisi yang lain :)   Arrivederci Italia !!

Semua foto-2 bisa diakses di My Flickr

♥♥

Cerita dari jalan-jalan ke Italia (2)

Day 1. Milan

Milan Duomo

Setelah ketemuan sama adik di bandara bahkan sempat jengkel-2an gara-2 dia jemputnya telat, dari Malpensa Airport kita naik shuttle bus ke pusat kota Milan. Jadi ternyata Malpensa airport tadi terletak agak keluar kota Milan. Tapi walaupun jauh dari pusat kotanya hampir setiap -/+ 20 menit selalu ada shuttle bus dari dan ke Malpensa – Station Central Milan. Harga tiketnya waktu itu sekitar € 7 untuk sekali jalan dan tiket bisa beli di tempat penjualan tiket shuttle bus yang ada di bandara. Shuttle bus kebanyakan diisi para turis yang datang ke Italy. Biasanya para turis turun di Station Central kemudian melanjutkan perjalanan dengan kereta ke kota-2 yang dituju. Atau mungkin yang datang ke Milan, dari Station Central dilanjut dengan naik metro (sebutan untuk subway di Milan).

Hari pertama begitu datang dan istirahat sebentar langsung diajak adik jalan-2 ke pusat wisata Milan untuk melihat Milan Duomo dan Galleria Vittorio Emanuele. Dengan naik metro (subway) di Milan kita sudah bisa jalan-2 kemana-2  dengan biaya murah. Cukup beli tiket metro seharga € 3 yang berlaku selama 24 jam, kita bisa  naik turun metro sepuasnya sambil menyusuri kota Milan.  Milan Duomo dan Galleria Vittorio Emanuele adalah peninggalan komplek katedral dengan arsitektur sangat indah yang sekarang telah menjadi pusat wisata dan bisnis di kota Milan. Jajaran butik-2 mahal sebangsa Prada, Louis Vuitton, cafe-2, gerai toko-2 bermerk mulai Benetton, Zara, H&M dan ratusan lagi membuat pusat kota Milan ini benar-2 selalu rame  dan semarak oleh para turis. Milan memang surga belanja buat penggila fashion. Berdua dengan adik, saya keluar masuk gerai toko untuk merasakan sensasi kota Milan sebagai surga shopping kelas dunia  dan berbelanja beberapa barang.  Sempat melihat ada demo dari pecinta binatang di depan gerai Max Mara yang dituduh memproduksi baju dari kulit binatang.  Meskipun begitu justru banyak turis-2 yang mengabadikan demo dari pencinta binatang ini.

Galleria

Saya benar-2 merasa beruntung karena ada adik yang pernah tinggal di Milan, jadi seakan berjalan dengan free guide merangkap peta berjalan.  Melihat jajaran ratusan gerai-2 terkenal, cafe-2 dipadu dengan arsitektur  bangunan yang sangat indah membuat hari pertama saya di Italy walaupun super capek tapi sangat senang karena walaupun saya bukan penggila fashion namun berbelanja di  Milan merupakan pengalaman tersendiri. Sedikit tips mungkin buat yang akan berbelanja di Milan, awasi pengeluaran Anda bila tidak ingin bangkrut karena lupa diri hehe…

Day 2 – 3. Milan – Mantova.

Berdua dengan adik saya menginap di sebuah hotel di kota Milan karena besoknya kita menjemput bf (boyfriend) saya *blushing* yang menyusul datang dari London ;)   Bertiga naik kereta dari Milan kita memulai perjalanan menuju ke Mantova, kota tempat adik tinggal. Kota Mantova terletak agak ke arah timur – selatan kota Milan dan ditempuh sekitar 2 jam perjalanan dengan kereta.

Mantova merupakan kota kecil nan indah yang dikeliling oleh danau. Meskipun kota kecil namun di kota ini juga terdapat banyak bangunan-2 bersejarah dengan arsitektur yang tak kalah indahnya bahkan masuk dalam Unesco World Heritage Site.  Karena kotanya tidak seberapa besar, dengan berjalan kaki  kita sudah bisa melihat-2 obyek-2 wisata di kota ini. Bukan hanya bangunan-2 tua dengan arsitektur indah namun deretan gerai toko-2 ternama, cafe-2  juga  terdapat di sini. Hari ke 3 lebih banyak saya habiskan berjalan-2 menyusuri danau yang mengeliling kota ini sambil menikmati hangatnya sinar matahari bulan September yang masih terang bersinar walaupun saat itu sudah jam 7 malam. Selama jalan-2 di Italia kemarin saya termasuk beruntung karena di sana baru masuk awal musim gugur, jadi suhu udara tidak seberapa panas dan dingin alias sejuk buat jalan-2. Sayang banget saya tidak punya foto-2 danau Mantova karena waktu jalan-2 camera tertinggal. Jadilah jalan-2 di danau tersebut cuma terekam di kenangan saja :)

Day 4. Venice

Jalan-2 ke Venice (Venezia dalam bahasa Italy) merupakan acara jalan2 yang sangat saya nantikan. Entah kenapa dari dulu pingin banget bisa melihat Venice. Sebuah kota di tepi laut yang hampir tenggelam namun di situlah letak keindahannya.

Santa Lucia Station

Berdua dengan bf, saya berangkat ke Venice dengan naik kereta dari Mantova. Sempat jengkel karena ketinggalan kereta yang pagi jadi terpaksa baru bisa berangkat sekitar jam 12 siang. Karena tidak ada kereta dari Mantova langsung ke Venice, kita harus berganti kereta di kota Verona dan dari Verona baru naik kereta ke Venice. Total perjalanan sekitar 3 jam dari Mantova ke Venice.  Di Venice terdapat 2 stasiun utama yaitu Mestre and Santa Lucia. Stasiun Mestre terletak di daerah daratan Venice sedangkan Santa Lucia stasiun terletak tidak jauh dari Grand Canal yang artinya begitu keluar dari statiun kita langsung disambut dengan pemandangan kanal-2 khas Venice.

Begitu keluar dari stasiun terus terang rasanya saya tidak percaya akhirnya  ada di Venice !  Melihat kanal-2 dengan gondola-2 dan kapal-2 yang terparkir benar-2 suatu pemandangan indah dan unik buat saya. Berjalan-2 menyusuri kanal-2 di Venice mulai dari kanal-2 yang kecil hingga Grand Canal, naik turun jembatan-2 yang saling menghubungkan tempat-2 di Venice karena terpisah oleh kanal-2,  mengagumi arsitektur bangunan dan rumah-2, hingga melihat-2 deretan cafe-2 yang tertata cantik dan romantis  sepanjang kanal-2. Dan bukan hanya kanal-2 saja yang ada di Venice namun juga gang-2 sempit dengan deretan gerai toko-2 yang selalu ramai dan sibuk oleh turis-2 manca negara. Venice memang selalu rame oleh turis mungkin karena saking terkenalnya tempat ini dunia. Saking seringnya kita bertemu dengan turis-2 mancanegara sampai-2 saya dan bf  bisa bermain tebak-2an dari negara mana turis-2 yang berpapasan dengan kita. Berkali-2 bf bisa menebak asal turis terutama yang dari Eropa sedangkan untuk turis dengan wajah Asia giliran saya yang harus menebak darimana asalnya hehe… :D (iseng banget ya).

Grand Canal (View from bridge)

Ternyata barang yang paling dibutuhkan bila berjalan-2 di Venice adalah peta, karena saking banyaknya gang-2 sempit dan kanal-2 yang harus dilewati dijamin besar kemungkinan akan membuat para turis tersesat. Kita berdua baru sadar kebutuhan akan sebuah peta setelah muter-2 berusaha mencari-2 landmark kota Venice yaitu Piazza San Marco (konon ini adalah tempat asal sang pelaut  terkenal Marcopolo).  Mungkin karena peta adalah barang yang sangat dibutuhkan oleh para turis so jangan heran kalau selembar peta Venice dijual seharga € 2.5 – € 3 (sekitar Rp 42.000,- dengan kurs € 1 = Rp 14.000,- bandingkan dengan harga peta Surabaya yang dijual Rp 5.000,- di perempatan jalan-2 di Surabaya)  dan jangan harap akan menemukan peta gratisan yang tertempel di pusat-2 keramaian di Venice. Everything is expensive in Venice !  Mulai dari makanan, minuman, souvenir bahkan untuk pipis di toilet umum saja kita harus membayar sekitar € 1.5 (Rp 21.000,-) benar-2 pipis termahal yang pernah saya bayar ! Untuk sedikit mengirit mungkin bisa membawa sendiri minuman daripada beli di sana, karena harga sebotol Coca Cola setara dengan kalau kita pipis di toilet umum hehe.. :D

Piazza San Marco

Akhirnya berbekal peta yang dengan terpaksa dibeli, kita berdua bisa menemukan Piazza San Marco. Landmark kota Venice ini terpampang megah dengan menaranya yang tinggi menjulang. Di setiap sudut Piazza San Marco rasanya penuh dengan turis-2. Banyak yang sibuk memotret keindahan arsitektur Piazza ataupun sekedar mengagumi pemandangan di sana. Buat yang suka akan arsitektur dan fotography mungkin di Venice akan banyak menemukan obyek-2 indah untuk difoto salah satunya di Piazza ini. Sayang sekali karena waktu  yang sudah mepet gara-2 berangkat kesiangan tadi dan harus buru-2 mengejar kereta untuk balik ke Mantova, saya dan bf tidak sempat berlama-2 di sini. Setelah membeli souvenir  di salah satu penjualan souvenir yang banyak terdapat di Piazza  kita berdua langsung naik water taxi balik ke Santa Lucia Station. Sambil menunggu kereta kita sempatkan untuk makan sambil menikmati indahnya petang hari di Venice. Venice  memang benar-2 kota yang unik, cantik dan romantis, nggak heran banyak pasangan honeymoon memilih datang ke kota ini.

Satu lagi pengalaman saya selama di Italy yaitu akhirnya bisa juga naik kereta Eurostar. Sebenarnya belinya nggak sengaja, karena kereta regular untuk Verona malam hari sudah tidak ada, jadi terpaksa kita balik naik Eurostar dari Venice ke Verona. Walaupun harganya lebih mahal dari kereta biasa, namun nggak rugi bisa menikmati perjalanan walaupun cuma sebentar dengan kereta Eurostar yang lebih bagus dari kereta regular. Hampir tengah malam kita balik ke Mantova, capek namun seneng banget akhirnya keturutan juga impian bisa melihat Venice, one of famous and romantic city in Europe  !!

Cerita dari jalan-jalan ke Italia (1)

Ini cerita dari libur Lebaran bulan September kemarin di Italy. Sekedar mau berbagi cerita, pengalaman atau mungkin sedikit tips bagi yang ingin berlibur ke Italy. Persiapan sebelum berangkat mungkin sama dengan yang lainnya, yang penting :

1. Passport dan visa yang masih berlaku. Jangan sampai nggak berlaku bisa-2 nggak diperbolehkan masuk sama immigrasinya. Untuk visa ke Italy mungkin nanti saya akan nulis tentang pengalaman mengurus visa di Kedutaan Italy.

2. Tiket pulang-pergi.  Kemarin naik Etihad, 3 bulan sebelumnya udah beli tiket jadi  dapat harga lumayan murah $810, walaupun terbangnya harus dari Jakarta. Untuk Surabaya – Jakarta terbang dengan Garuda dan berhubung kemarin barengan sama libur Lebaran mau nggak mau harus beli tiket dengan harga yang lebih mahal.

3. Uang cash dan credit card. Kalau uang lebih baik sebelum pergi tukarkan dulu Rupiah ke Euro, bisa di bank atau money changer. Atau mungkin lebih bagus lagi seperti saya kemarin dapat pinjaman Euro dari teman jadi nggak perlu repot-2 cari tukeran (Many thanks to my dear friend Ida !!). Kalau bisa bawa nilai pecahan yang lengkap dari yang terbesar sampai terkecil, bahkan coin karena penting kalau mau telpon atau ke toilet umum.

4. Tempat yang akan dituju sesampainya di Italy (hotel, home stay atau mungkin rumah saudara/teman). Lebih baik dicatat dan simpan alamat dan nomor teleponnya. Karena kemarin tinggal di rumah adik jadi untuk urusan akomodasi tinggal tahu beres.

5. Baju-2. Sebaiknya cari tahu dulu di negara tujuan lagi musim apa, panas, dingin so bisa bawa baju yang sesuai. Karena kemarin cuma 10 hari jadi cuma bawa sedikit baju dan lagipula ada adik di sana, tinggal mikir praktisnya  kan bisa pinjam bajunya dia yang untungnya sama ukurannya.

6. Obat-2an. Yang penting bawa obat-2an standard mulai dari Antangin (obat anti masuk angin, maklum orang Indo gampang masuk angin haha), Panadol Flu and Cold, Diatabs obat diaere sampai minyak Tawon yang ternyata berguna banget kalau capek setelah seharian jalan-2 bisa buat mijit-2 kaki.

7. Camera, terutama yang hobby foto-2 narcis haha.. buat mengabadikan tempat-2 dan moment-2 indah selama liburan.

8. Cari tahu info sebanyak-2nya untuk tempat-2 wisata yang akan dituju. Kalau perlu download peta-2 obyek-2 wisata yang akan dituju.

OK, ini cerita perjalanan liburan kemarin.

Penerbangan Surabaya – Jakarta – Abu Dhabi – Milan.

Pulang pergi utk Surabaya – Jakarta naik Garuda, agak rame waktu di bandara karena memang barengan orang mudik lebaran. Waktu di Cengkareng sebelum masuk pintu immigrasi akhirnya saya bisa membuktikan keampuhan kartu NPWP yang saya miliki. Cukup siapkan passport,  kartu NPWP (semuanya udah difotocopy), boarding pass dan kasihkan ke petugasnya. Setelah diperiksa NPWP-nya akhirnya dapat juga stempel bebas fiskal di boarding pass. Woohooo… nggak perlu bayar fiskal, lega banget secara fiskal sekarang Rp. 2.500.000,- yang lebih dari cukup buat tambahan uang saku.

Penerbangan Etihad dari Jakarta – Abu Dhabi kebanyakan diisi penumpangan rombongan-2 tour Indonesia yang akan liburan ke Eropa (kalau dari pengamatan saya). Kemarin benar-2 menikmati perjalanan dengan Etihad karena selain pesawatnya baru, makanannya juga lumayan enak, pramugari juga ramah-2, entertaiment di-seat-ya juga OK banget. Koleksi lagu dan filmnya mulai dari yg lama sampe baru, lengkap banget. Hampir 6 jam perjalanan nggak terasa, karena selain sibuk makan juga lihat film, gonta-ganti tontonan (ndeso banget ya) tahu-2 sudah nyampe ke Abu Dhabi  International Airport. Dan untungnya lagi saya cuma nunggu sekitar 2.5 jam untuk transit pesawat ke Milan. Cuma ada satu pengalaman agak menjengkelkan waktu mau boarding di Abu Dhabi. Di pintu boarding  (sebelum naik pesawat), petugas yang memeriksa passport, sempat tanya macem-2 kayak tujuan apa ke Italy dan berapa lama di sana. Bahkan visa  Schengen di passport sempat dilihat pake kacamata khusus untuk mengetahui asli atau palsu visa-nya. Sempat jengkel karena bagaimana pun dia cuma petugas aiport bukan petugas immigrasi. Dan pemeriksaan model begini hanya berlaku untuk orang-2 dengan Asian look kayak saya dan tidak berlaku untuk para bule. Bule-2 cukup mengasihkan passport dan boarding pass saja tanpa perlu ditanya-2.

Terus waktu duduk menunggu boarding ke pesawat seorang ibu-2 bule yang duduk di sebelah saya sempat tanya kenapa saya ditanya-2 dan passport diperiksa pakai kacamata khusus segala. Saya bilang tidak tahu, mungkin karena tampang saya. Ibu tadi hanya bisa geleng-2 kepala dan bilang bagaimanapun dia hanyalah petugas aiport tidak berhak-2 tanya-2 kayak petugas immigrasi. Lagipula saya masih di Abu Dhabi belum juga masuk ke Italy. Ternyata ibu ini  sangat ramah juga dan kita sempat terlibat obrolan seru sembari menunggu masuk ke pesawat. Dia tanya asal saya dan langsung senang waktu saya bilang dari Indonesia karena ibu ini kecilnya pernah tinggal di Indonesia. Dia memuji-2 makanan Indonesia karena dia termasuk food lover. Dia punya hobby bepergian sendirian keliling dunia  dengan misi untuk mencoba-2 makanan di negara-2 yang dia kunjungi. Ibu yang ternyata asli orang Italy ini baru saja balik dari keliling Afrika dalam rangka  mencoba-2 berbagai makanan di sana. Waaahh benar-2 hobby yang mahal pikir saya. Mungin karena saking serunya kita ngobrol-2, ibu ini sempat tanya tempat duduk saya di pesawat apakah dekat dengan dia. Dan setelah kita saling memperlihatkan boarding pass ternyata tempat duduk ibu ini jauh banget dari saya. Yaa akhirnya obrolan seru kita harus berakhir begitu kita masuk ke pesawat.

Selama penerbangan 6 jam Abu Dhabi – Milan masih tetap dengan Etihad saya kebagian di window seat lagi. Walaupun nggak banyak yang bisa dilihat karena malam hari tapi mata saya juga nggak mau diajak tidur. Padahal rencananya untuk perjalanan Abu Dhabi – Milan akan saya isi dengan tidur biar nggak seberapa capek waktu nyampe di Milan. Sempat tidur 30 menit dan sisanya lagi-2 diisi sama nonton film, ndengerin lagu dan ngobrol sama cewek dari China  duduk di sebelah. Kita ngobrolin banyak hal mulai dari tujuan datang ke Italy (dia datang untuk bisnis) sampai tentang pekerjaan kita masing-2. Senang banget karena selama dalam perjalanan bertemu dengan orang-2 yang baik-2 yang bisa diajak mengobrol.

Sekitar jam 6.30 pagi pesawat mendarat juga di Malpensa International Airport Milan. Dari jendela pesawat saya sempat lihat, Milan pagi itu agak berkabut dan  dingin. Masuk di pintu immigrasi sama sekali nggak ada masalah. No questions from the immigration officer, he was just simply stamped my passport and that was it. Saya sempat teringat sama petugas bandara Abu Dhabi yang memeriksa visa  pakai kacamata kuda dan heran karena justru di immigrasi Italy  malah no problemo. Menunggu sebentar untuk mengambil luggage sambil masih tetap ngobrol-2 dengan cewek China teman perjalanan saya. Akhirnya kita berdua berpisah karena dia langsung menuju hotelnya di Milan dan saya masih harus menunggu adik yang datang menjemput di bandara.

Seraya menunggu adik datang menjemput saya sempat melihat pemandangan sekilas kota Milan pagi melalui pintu keluar  airport. Rasanya benar-2 tidak percaya because I was finally in Milan !!

Next I will write my about travel experience in Italy di Cerita dari jalan-jalan ke Italia part 2.

A New Start

This (almost) end of the year, I had decided to start blogging again. I had been on and off blogging for several reasons but mostly I always thought that I was not a person who had many stuffs to write in my blog.  But then again I think as a person who always believe that life is beautiful maybe there is always something we can share to other in our blog even though  it would be only brief of information. So, let’s enjoy this beautiful life and start blogging !