Welcoming 2012

Sudah memasuki bulan February tapi baru sekarang sempat update blog. Busy, busy, busy… *beneran nggak sok sibuk* benar-2 mengawali hari-2 saya di tahun 2012. Di penghujung tahun 2011, tiba-2 saja saya mendapat tawaran dari atasan untuk pindah ke kantor Jakarta. Kaget, bingung, excited campur-2 jadi satu. Pindah ke kantor Jakarta artinya meninggalkan kota Surabaya, kota dimana selama lebih dari 30 tahun (Do I sound so old ? hahaha) saya tinggali. Memang saya beberapa kali pernah berkunjung ke Jakarta dan itu pun karena ada beberapa urusan yang harus saya selesaikan di ibu kota ini. Dulu waktu pertama kali datang ke Jakarta, sempat terlintas pikiran bagaimana rasanya tinggal di kota yang sibuk ini, dimana setiap orang rasanya selalu berlari, sibuk menyelesaikan urusannya sendiri-2, tapi setelah beberapa kali datang bahkan sempat merasakan ikut berlarian mengejar-2 kedatangan busway, kopaja…. hmmm waktu itu rasanya harus berpikir berkali-2 sebelum memutuskan untuk hidup di sini. Buat saya, kota tercinta Surabaya jauh lebih nyaman karena orang-2 dan kendaraan tidak sebegitu banyak seperti di Jakarta, kemana-2 saya bisa pergi naik motor, walaupun tidak sebesar Jakarta tapi tetap saja Surabaya juga termasuk kota besar.

Tapi begitu ada tawaran dari atasan, mau tidak mau saya harus berpikir lagi untuk pindah ke kantor Jakarta. Saya sempat bingung, tidak tahu harus menerima atau tidak tawaran tersebut karena bagaimanapun tawaran tersebut berarti kesempatan buat saya untuk merasakan pengalaman yang berbeda.  Akhirnya setelah berbagai macam pertimbangan, disertai dukungan dari keluarga dan kekasih hati ;) , sahabat, saya memutuskan untuk menerima tawaran tersebut. Jadilah sejak pertengahan bulan January 2012 saya mulai in-charge di kantor Jakarta.

Oh ya, beberapa hari sebelum berangkat ke Jakarta, tiba-2 rasa ragu dan takut menyerang saya. Saya takut kalau telah mengambil keputusan yang salah, takut karena akan tinggal seorang diri di Jakarta (saya tidak punya saudara sama sekali di kota ini), takut dengan pekerjaan  yang akan dihadapi (walaupun kerjaan masih sama dengan kantor Surabaya), tapi kakak saya tercinta yang selalu setia mensupport disaat  feeling down mengutip kata-2 bijak dari Imam Syafi’i  dan menuliskannya di wall Facebook saya.

“Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman.Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang. Merantaulah, engkau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan. Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah berjuang”

Membaca kata-2 bijaksana dari Imam Syafi’i tersebut tiba-2 saja membuat saya kembali yakin untuk  “merantau” ke ibu kota. Saya hanya berpikir, bila kita yakin akan keputusan yang sudah kita ambil, Insya Allah segala sesuatunya akan dimudahkan dan tidak ada yang perlu ditakuti untuk sesuatu yang belum kita jalani.

Tak terasa hari ini sudah sekitar 3 minggu saya di Jakarta dan Alhamdulillah so far so good. Seperti kata-2 bijaksana Imam Syafi’i, merantaulah, engkau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan, Alhamdulillah di kantor Jakarta saya  menemukan teman-2 baru dan mulai bisa bekerjasama. Untuk urusan tempat tinggal, saya bersyukur karena dibantu oleh teman mulai dari mencari  sampai akhirnya pindah ke tempat kost yang saya tempati sekarang ini.

Saat ini saya sedang berusaha untuk bisa “settle” baik dengan kerjaan di kantor  ataupun dengan kehidupan di Jakarta. Saya  hanya bisa berharap semoga saja di tahun yang baru ini, saya telah mengawalinya dengan suatu keputusan yang benar untuk mencoba kehidupan baru di Jakarta… dan Insya Allah ini yang terbaik untuk saya saat ini dan masa depan nantinya… :) , karena terus terang saja walaupun dalam hidup saya punya prinsip just go with the flow, tapi saya juga punya  beberapa rencana untuk masa depan :)

Anyway, though it is bit late,  Happy New Year 2012, hope this year will bring us prosperity, success, health, love and happiness !!

Thank you sederet.com !!

New Moon novel from sederet.com

Yaayy finally I received New Moon novel from sederet.com yesterday !. I was so happy when I opened the package and seeing that the novel came in good and lovely condition. Even until today I still can not believe that I was chosen as one of the winner sederet.com blog writing competition. I had read other contestants blog review and I felt their reviews about sederet.com was also good, some even wrote in better grammer than mine. But again, maybe the judges at sederet.com had their own opinion about my review.

I think what I wrote about sederet.com was not just a review to win the contest but it’s more about my experience using this online English – Indonesia – English dictionary  website for years. Experiences how this online dictionary had helped me much during my works  with my limited English vocabulary. I learned many new English words from this online dictionary and I know winning the contest or not I will keep using this reliable online dictionary, because where else I can find simple and complete dictionary other than sederet.com ??

And oh one funny thing that I also like to share about the novel prize, so far I already had  3 of Twilight Saga novels  (Twilight, Eclipse and Breaking Dawn – all in Indonesian) but minus the “New Moon” novel. So somehow after winning this contest I got all my Twilight Saga collection complete now. This New Moon novel will be special novel in my collection, because it’s not  the only English novel from my Twilight Saga  collection but it’s from sederet.com, my favorite online dictionary !. I am sure I will need sederet.com while reading this English novel.

So again, thank you sederet.com and we are waiting your new and creative features (such as grammar checking) as online dictionary website in the future !!

Malaysia Office Tour 2011 (part 1)

Malaysia Tour 2011

Hampir setengah tahun tidak update blog padahal sebenarnya banyak banget yang ingin ditulis, tapi kembali lagi ke alasan awal, sibuk, nggak sempat lah atau mungkin malah malas.. haha what ever lah, tapi yang jelas walaupun mungkin jarang-2 update, tapi saya usahain blog ini tetap aktif. Bahkan saya sudah punya resolusi untuk tahun depan salah satunya aktif ngeblog ;) Ya semoga saja seperti yang sudah-2, resolusi bukan hanya tinggal resolusi… :D :D

OK langsung saja, saya mau sharing pengalaman trip ke Malaysia bersama teman-2 kantor. Sebenarnya rencana awal untuk tour tahun ini kita memilih Pulau Bangka (tahun lalu kita tour ke Pulau Bali), tapi rencana berubah begitu ada ticket promo dari AirAsia. Untuk Surabaya – Kuala Lumpur PP, harga ticket AirAsia banting harga hanya sekitar Rp. 275.000,-/seat. Wow langsung saja teman-2 saya mulai mengkoordinir untuk  booking ticket. AirAsia memang sering mengadakan program promo walaupun mungkin tanggal keberangkatannya masih sekitar setengah tahun dari kita booking ticket. Kalau tidak salah, waktu itu kita booking ticket promo sekitar bulan Februari/Maret untuk tanggal keberangkatan bulan November dan karena ini harga ticket promo sudah pasti non-refundable artinya kalau tidak jadi pergi ya sudah hanguslah ticket kita (uang tidak akan dikembalikan). Untuk teman-2 yang ada rencana pergi ke luar negeri dengan biaya murah, AirAsia mungkin bisa dijadikan alternatif untuk cari-2 ticket murah terutama pada saat promo.

Oh ya..sebelumnya saya mau berbagi cerita dulu tentang teman-2 department saya yang tiap tahun selalu mengkoordinir untuk tour tahunan. Jadi gini, tiap tahun department kami selalu punya rencana untuk tour dan semua itu murni dari uang kita (bukan dibiayai kantor). Biasanya mulai dari awal tahun kita mulai mengumpulkan uang ke salah seorang teman yang tugasnya kayak jadi bendahara. Besarnya uang yang disetorkan setiap bulan dari tiap orang berbeda tergantung jabatannya di department, saya lebih suka menyebutnya urunan/patungan tiap bulan hehe.. Besarnya uang patungan tiap bulan yang dibayar oleh  Manager berbeda dengan seorang Staff seperti saya ini :D Semakin tinggi jabatannya di department kami, semakin banyak pula nilai patungan yang harus dibayar tiap bulannya. Jadi seperti subsidi silang, karena kita ingin semua orang mulai dari Junior Staff, Staff bisa merasakan ikut trip tahunan ini, karena kapan lagi kita bisa berkumpul bersama, bersenang-2 melupakan sejenak stressnya pekerjaan kantor. Apalagi karena kantor selain di Surabaya ada juga Jakarta, jadi bisa dibayangin seru dan hebohnya teman-2 kantor Surabaya dan Jakarta kalau kita pada berkumpul. Memang tidak mudah mengkoordinir trip untuk kantor Surabaya – Jakarta, tapi saya salut dengan teman-2 saya di kantor Jakarta yang mau ber-rempong2 *meminjam istilah teman saya :D * demi kesuksesan acara tahunan kita.

Akhirnya setelah setengah tahun menunggu, tepat pada tanggal cantik 11-11-11 kami berangkat ke Kuala Lumpur. Pesawat take off dari Bandara Juanda Surabaya pk. 05.30 pagi, jadi subuh-2 kita udah pada ngumpul di bandara. Untuk AirAsia beberapa hari sebelum berangkat kita sudah check-in online, walaupun tetap saja harus antri untuk bayar airport tax sekaligus mengisi kartu keberangkatan/kedatangan untuk imigrasi. Setelah urusan imigrasi selesai dan boarding, pesawat langsung take off menuju ke Kuala Lumpur. Karena semalaman saya nggak bisa tidur bukan karena saking excitednya karena mau pergi tapi karena badan demam dan kulit merah-2 gara-2 alergi obat antibiotik, jadilah selama perjalanan Surabaya – Kuala Lumpur saya habiskan dengan tertidur :)

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2.5 jam, pesawat akhirnya mendarat di LCCT (Low Cost Carrier Terminal) alias airport khusus untuk penerbangan murah meriah seperti AirAsia yang letaknya menurut Mbah Wikipedia sekitar 50KM dari Kuala Lumpur. Sewaktu melewati imigrasi di bandara, terus terang saya sempat deg-2an karena dicek agak lama bahkan sempat ditanyain untuk tujuan apa, berapa lama serta menunjukkan tiket pulang, beda dengan teman-2 yang dicek sebentar passportnya, scan fingerprint dan langsung distempel. Hmmm.. sempat kepikiran apa gara-2 ada stempel penolakan visa UK  di passport  saya (apa hubungannya coba ??) atau mungkin karena wajah saya kayak TKI hahaha… what ever lah yang jelas akhirnya saya bisa melenggang melewati imigrasi dan herannya tidak pake scan fingerprint seperti teman-2 lainnya.

Di pintu keluar kita sudah ditunggu sama travel yang mengatur perjalanan selama di Malaysia. Oh ya untuk jalan-2 ini supaya lebih mudah untuk tournya, kita memang memakai jasa travel. Untuk hari pertama karena semua teman-2 dari kantor Surabaya dan Jakarta masih sebagian yang datang, acara jalan-2nya bebas sesuka kita mau kemana. Jadi untuk hari pertama pihak travel hanya menjemput dari bandara ke hotel, baru di hari ke-2 dan ke-3 semua perjalanan full diatur oleh pihak tour.

Untuk hotel kami menginap di Hotel Sentral Pudu. Untuk kategori bintang 3 hotel ini termasuk lumayan bagus serta lokasinya yang strategis karena terletak di daerah Bukit Bintang yaitu daerah city (tengah kota) yang dekat dengan pusat perbelanjaan dan monorail. Hari pertama kami habiskan dengan jalan-2 (baca : belanja-2 !! :D ) di Berjaya Times Square dan Sungai Wang yang cukup ditempuh dengan jalan kaki dari hotel. Info dari teman-2 yang pernah ke Malaysia, katanya kalau ingin belanja murah meriah di Kuala Lumpur ya di Sungai Wang tempatnya, cuma entah mengapa saya tidak terlalu suka belanja di sana. Selain masalah harga yang ternyata walaupun udah ditawar turunnya juga nggak seberapa banyak (maklum purchasing) juga mungkin karena saya nggak menemukan barang yang cocok. Jadilah saya cuma memborong beberapa snack dan coklat khas Malaysia.

OK, untuk lanjutan cerita jalan-2nya akan saya sambung di part 2… coming soon :)

Note : Photo courtesy of Mas Darwan.

Welcome to the (new) sederet.com

Earlier this month when I start viewing my favorite dictionary website online www.sederet.com, somehow I feel bit surprise… Wow it has new look !! I’ve been using this online Indonesian – English dictionary for years and somehow with this new look I found out it is more “refreshing”. I mean after years with always the same look (same color), now finally this website comes in more interesting views.

Talking about this sederet.com. OK,  the first time I found out about this online dictionary was through Mr. Google. I was typing for “Kamus Indonesia – Inggris” and suddenly it showed this sederet.com on the first line. I remember that was during my  previous  job as a website admin in  one of computer online store company. As a website admin one of my main job was to write review/description about IT products aka gadgets that we sell.  Usually I  had to read the description on the product websites  first, which mostly in English before I wrote the review on my company website.  That was I found out how this online dictionary really helpful to me. Every time I found words in English which I did not understand the meaning, I just simply type in www.sederet.com and it will show the meaning of that words in seconds ! It’s more saving time and simple other than opening thick dictionary book.

Even until now, after I changed my job became a purchasing officer which one of my daily jobs is sending correspondent emails to our foreign suppliers/companies, this sederet.com still and really help me in a search of words meaning in Indonesia – English, English  – Indonesia which I don’t understand sometime. Not only that, as a net savvy who loves searching information or reading news online, I think I always need this sederet.com dictionary. I have to admit with my ability to write and read in English which maybe still far from excellent, I will always need  a complete and simple dictionary and so far I always can count on this sederet.com.   So no wonder if I put this website as one of my favorite website on my browser tool bars.

As one of this online dictionary users, of course I  hope with this new look sederet.com will not only improve the view its website but most important it could be one of the most complete Indonesia – English – Indonesia dictionary online. I am sure beside me, other users must be feeling really helpful with this online dictionary, because in this internet life which everything we can found online a simple, easy to access  and complete English dictionary is one what we need if we don’t want to get lost in this world wide web jungles. So, good job and thank you for my favorite website online www.sederet.com !!

Serunya Rafting !

Lama nggak update blog, akhirnya ada juga cerita yang bisa dibagi di sini.  Sekitar 2 minggu lalu akhirnya keturutan juga keinginan untuk merasakan serunya rafting bersama teman-2 kantor. Pertama kali waktu teman mengajak untuk ikutan rafting, tanpa ragu-2 langsung saya jawab “Ikut !!!, nggak peduli kalau tidak punya pengalaman rafting sebelumnya ataupun kemampuan renang yang nggak canggih-2 amat (FYI :  bisa renang sih walaupun kalau mau berenang pasti ribut harus pakai kacamata renang),  pokoknya kemarin semangat sekali dengan ajakan ikut rafting.

OK, setelah rencana disusun oleh sang panitia acara, hari Jumat sore saya bersama sekitar 17 teman kantor berangkat menuju ke kota Batu – Malang. Untunglah karena kita berangkat masih belum terlalu sore, perjalanan Surabaya – Batu , Malang ditempuh lumayan lancar tanpa merasakan macetnya daerah Porong yang sudah biasa terjadi apalagi waktu akhir pekan.

Setelah menginap semalam di salah satu villa di Batu bahkan sempat berkunjung ke BNS (Batu Night Spectacular), pagi hari kita berangkat menuju ke daerah Kasembon. Sejauh yang saya bisa ingat (maklum lebih banyak tertidurnya selama perjalanan dari villa menuju ke tempat rafting :oops: ) dari Batu kita terus menuju ke arah Pujon sampai akhirnya tiba di Kasembon.

Oh ya, untuk biaya rafting Kasembon ini adalah Rp. 150.000,-/orang untuk weekend dan fasilitas yang didapat adalah 7,5 KM rafting trip, Welcome drink, shuttle truck, Guide, Rescue, Snack & Drink, Lunch, Insurance. Saat tiba di base camp rafting Kasembon yang terletak di desa Bayem kecamatan Kasembon, kita langsung disuguhi welcome drink berupa teh botol :D . Base camp rafting ini terletak di tengah-2 sawah yang ditanami padi dan jagung. Untuk rafting kita wajib memakai helm dan jaket pelampung yang sudah disediakan oleh pihak pengelola rafting Kasembon. Satu lagi yang menurut saya juga harus kita pakai bila tidak ingin kulit terbakar matahari selama menempuh perjalanan rafting yang lumayan lama yaitu lotion sunblock.

Sebelum berangkat memulai rafting kita diberi penjelasan singkat tentang pengetahuan dasar rafting, seperti cara memegang dayung yang benar, istilah dayung maju, dayung mundur dan yang paling penting istilah “boom” yaitu yang harus kita lalukan saat melewati jeram yang deras. Setelah penjelasan singkat dari para guide yang nanti akan menemani rafting, akhirnya kita berangkat ke lokasi rafting dengan berjalan kaki. Dari basecamp ke menuju ke sungai yang menjadi start awal rafting tidak terlalu jauh, hanya beberapa meter saja dan melewati area persawahan. Karena kemarin yang ikut 15 orang, raftingnya dibagi menjadi 3 perahu. 1 perahu diisi 5 peserta rafting dan 1 guide.

Untuk start awal dari rafting Kasembon ini dimulai dari saluran irigasi persawahan yang menuju ke sungai. Ada sekitar 5 jeram di rafting Kasembon dengan kisaran tinggi 1 – 3 meter dan kebanyakan adalah jeram buatan dari saluran irigasi persawahan. Meskipun begitu seru juga saat merasakan perahu kita  terjun dan terhempas saat melewati jeram yang tinggi.

Sungai yang dipakai untuk rafting ini tidak terlalu deras arusnya walaupun sempat juga beberapa kali perahu kita tersangkut di bebatuan sungai saat melewati beberapa jeram-2 kecil di sungai yang semakin menambah serunya pengalaman rafting di sini. Sepanjang perjalanan kita akan melalui daerah persawahan dan perkebunan penduduk, tebing-2 yang tinggi dan pemukiman penduduk desa. Jadi jangan heran bila ada beberapa warga desa yang sedang sibuk beraktivitas di tepi sungai saat kita rafting :D . Tak terasa perjalanan sepanjang 7.5KM kita tempuh selama +/- 2 jam dan saat akhirnya kita sampai di finish, walaupun badan rasanya capek banget tapi setidaknya selama 2 jam kita bisa  bersenang-2 dengan kegiatan yang sedikit memacu adrenalin dan menantang alam dengan teman-2 sekantor  dan yang lebih penting lagi bisa refreshing dari pekerjaan kantor yang terkadang bikin stress :D .

Perjalanan rafting berakhir saat kita kembali ke base camp dengan naik truk bak terbuka dan melewati area persawahan yang menghijau dan sejuk dipandang mata. Buat saya kegiatan rafting ini mungkin bisa dijadikan alternatif kegiatan outbound karena selain bisa mengenal alam sekitar, olah raga air ini juga bisa menjadi ajang kekompakan antar teman sekaligus refreshing buat kita yang sehari-2 berkutat dengan rutinitas di kantor.

Beberapa foto di atas diambil oleh fotographer Kasembon dan dijual dengan harga Rp. 15.000,-/file (yup,  file karena kita dapatnya berubah CD atau di flash disk kalau kita membawa flash disk).

Martabak Bihun

Martabak Bihun atau biasa disebut martabak mie biasanya lebih sering kita jumpai dijual di kampung-2. Penjualnya biasanya ibu-2 dengan meja kecil, adonan martabak, bihun goreng and tentu saja kompor plus wajan untuk menggoreng karena memang martabak ini enak banget dimakan selagi hangat dengan sambal petis hmm.. yummy :D .  Saya lebih senang menyebut martabak mie ini sebagai martabak nostalgia karena dulu banget jaman waktu masih kecil, saya sering antri di depan ibu penjualnya menunggu giliran martabak saya matang :D :D

Akhir-2 ini karena memang jarang saya temui penjual martabak mie, saat kangen banget ingin makan martabak mie biasanya saya bikin sendiri. Bikinnya mudah, cuma memang butuh ketelatenan untuk membuat martabaknya. Untuk resep biasanya saya hanya perkiraan saja.

OK, berikut ini resepnya.

Bahan-2 untuk adonan kulit martabak :

- Tepung terigu ± 400gr (versi saya 300gr saya pakai tepung terigu protein tinggi cakra kembar, 100gr saya pakai tepung terigu segitiga biru protein sedang).

- Air dingin secukupnya.

- Bawang putih ± 4 – 5 siung

- Garam secukupnya.

Bahan-2 untuk isi martabak :

- Bihun jagung ± 250gr

- Wortel (potong kecil-2)

- Kubis (potong-2 tipis)

- Bawang merah ± 7  siung (4 siung bikin bawang goreng)

- Bawang putih ± 4 siung

- Bawang prei (potong-2)

- Merica dan garam secukupnya.

- Air untuk memasak bihun.

- Minyak sayur untuk menumis bumbu.

Bahan bumbu petis

- Petis ± 100 grm

- Cabai merah kecil

- Bawang putih

- Asam Jawa

- Gula Jawa

- Air secukupnya

 

Cara membuat kulit martabak :

- Haluskan bawang putih dan garam. Campurkan bawang yang sudah dihaluskan ke dalam tepung terigu dan masukkan air dingin sedikit demi sedikit. Uleni hingga kalis.  Tips untuk membuat adonan kalis versi saya, biasanya saya masukkan air sedikit demi sedikit sambil diuleni dan dibanting-2 (butuh banyak tenaga ya :D )

- Bila sudah kalis alias tidak lengket di tangan, bagi adonan menjadi bulatan kecil-2 ± 30gr. Rendam adonan yang sudah menjadi bulatan kecil-2 tadi dalam minyak sayur (minyak goreng) ± 1 jam. Gunanya agar nanti adonan mudah dibentuk menjadi kulit martabak.

Sementara menunggu, biasanya saya bikin isi martabaknya yaitu Bihun Goreng.

Cara membuat bihun goreng :

- Panaskan air dan beri garam secukupnya. Masukkan Bihun. Bila kira-2 sudah dirasa matang, ambil bihun dan tiriskan.

- Haluskan bawang merah, bawang putih, garam dan merica.

- Tumis bumbu dan potongan bawang prei sampai harum. Masukkan potongan wortel dan kubis. Setelah itu masukkan bihun yang sudah ditiriskan.

- Masak sampai bihun matang. Taburi dengan bawang goreng.

Cara  membuat martabak :

- Ambil adonan martabak yang sudah dibentuk bulat kecil-2. Pipihkan. Versi saya, biasanya adonan saya taruh di bagian belakang piring yang rata dan dipipihkan dengan menggunakan plastik. (Seperti cara ibu-2 yang jual martabak)

- Isi dengan bihun goreng dan bentuk sesuai selera (segitiga atau model pastel), yang penting bihun tidak keluar sewaktu digoreng.

- Goreng martabak yang sudah diisi bihun. Tips : gorengnya pakai api kecil saja biar matangnya rata.

Cara membuat bumbu petis :

- Haluskan cabai merah, bawang putih, asam jawa dan gula jawa. Campur dengan petis.

- Masukkan air sesuai selera (kalau ingin bumbu petisnya kental airnya sedikit saja).

- Masak sampai matang.

Martabak isi bihun siap disajikan lengkap dengan bumbu petis dan cabai hijau.

Welcoming 2011

Sudah 15  hari berlalu sejak ganti calender 2011 dan baru hari ini menyempatkan diri buka blog yang udah hampir setengah tahun tidak diupdate. Tapi moga-2 saja walaupun lama tidak update, blog saya akan selalu ada (ya selama wordpress masih free tentunya :D )

OK, flash back dulu ke tahun 2010. Saya lebih suka menyebut tahun kemarin sebagai tahun perubahan, walaupun status juga masih sama kayak lagunya Oppie “I am single and very happy” (absolutely !). Walaupun kadang namanya kehidupan pastilah tidak semua hari dilalui dengan kebahagiaan dan tawa ada juga terselip hari-2 dengan “sedikit” perasaan unhappy.

Perubahan pertama, akhirnya di bulan July 2010 saya mendapatkan pekerjaan baru !! Setelah 9 tahun lebih bekerja di kantor lama akhirnya saya berani “move fordward”, meninggalkan “comfort zone” dan bekerja di kantor baru. Bulan-2 awal merupakan benar-2 bulan penuh tantangan. Saya bukan hanya menjadi orang baru di kantor baru, tapi juga orang baru di posisi yang baru. Jadi begini, sebelum ada saya pekerjaan ini dulunya ditangani oleh tiap-2 department  dan tugas utama saya adalah mengambil alih beberapa pekerjaan mereka.  Ternyata tidak mudah atau bisa dikata ada beberapa orang yang tidak suka dengan take over ini. Alasan utama mungkin mereka mengganggap saya bakalan kewalahan menghandle semua department dan berimbas ke pekerjaan mereka karena semua menjadi lambat. Sedangkan dari sisi management saya benar-2 memahami pengambilalihan pekerjaan ini. Selain itu saya merasa ada juga alasan ketidaksukaan yang mungkin agak personal. Sebelum saya masuk, posisi sempat ditawarkan ke beberapa orang dari department-2, namun entah karena alasan apa akhirnya management lebih memilih orang baru seperti saya. Terus terang, sejak hari pertama masuk saya bisa merasakan aura “tidak suka, ragu-2 atau iri” dari segilintir orang. Tapi saya lebih banyak tidak peduli, saya berprinsip “here I am, like it or not and I will do my best”

Menjadi orang baru di posisi baru bekerja dengan orang-2 baru (diragukan orang lagi) benar-2 merupakan tantangan. Bulan-bulan awal mungkin merupakan bulan terberat. Saya berusaha keras beradaptasi dengan ritme kerja dan sistem perusahaan baru.  Stress dan capek hampir tiap hari saya keluh kesahkan kepada keluarga dan pacar. Tapi untunglah di kantor baru ini saya juga memiliki teman-2 kerja dan atasan-2 yang begitu mensupport saya. Hingga di awal tahun ini tidak terasa 6 bulan sudah saya bekerja di kantor baru. Walaupun begitu saya tetap merasa masih banyak yang harus dipelajari dan selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk pekerjaan ini.

Di tahun 2010 saya juga merasa berubah menjadi lebih “perempuan” (bukan berarti kemarin perempuan jadi-2an :D ). OK, tahun kemarin entah kenapa saya seperti mendapat “hidayah” untuk belajar cooking/baking dan berdandan !! Urusan mendadani diri sendiri mungkin karena saya merasa sudah saatnya lebih menghargai diri sendiri sebagai seorang perempuan. Walaupun saya bukanlah type orang yang suka berdandan menor dengan blush on yang keliatan kayak habis ditampar orang, tapi sekarang setidaknya saya sudah mulai tahu cara menggunakan mascara, eye liner dan blush on karena kemarin-2 ilmu make up saya hanya sampai memakai bedak dan lipstick saja.

Cerita mengenai diri saya yang tiba-2 jadi senang belajar membuat kue mungkin akan saya tulis di blog berikutnya, karena ternyata belajar membuat kue di saat weekend bisa menjadi obat stress setelah 5 hari yang full dengan stress karena pekerjaan. Ada beberapa cerita seru yang mungkin bisa saya bagi sebagai seseorang yang baru di dunia cooking and baking :) Mungkin juga category blog ini akan ditambahi untuk “Recipes”, tempat untuk saya berbagai tips dan resep kue/masakan.

OK, itu tadi beberapa cerita yang bisa saya bagi sepanjang tahun 2010 dan pelajaran utama yang bisa saya ambil adalah jangan pernah takut dengan perubahan. Kita tidak akan pernah tahu dengan masa depan, tapi jangan pernah berhenti untuk mencoba segala sesuatu yang baru. Sukses atau gagal, baik atau buruk setidaknya kita sudah berani untuk mencoba dan akhirnya mungkin kita akan memperoleh apa yang bisa kita sebut sebagai pengalaman.

Tahun 2011 ada beberapa resolusi yang ingin saya capai dan pinginnya resolusi itu tidak hanya menjadi sekedar penyemangat di awal tahun tapi benar-2 berusaha mewujudkannya. Semoga saja saya bisa :D (harus yakin) !

HAPPY NEW YEAR 2011, May this New Year bring newly found prosperity, love, happiness and delight in our life.

Picture from http://www.freedigitalphotos.net/

Resigning and new office

Orang bilang di saat akhir kita akan ingat saat awal. Itu pula yang saya rasakan pagi itu saat berjalan melewati pintu yang sama sekitar 9 tahun yang lalu. Saya terkenang kembali hari pertama saat mulai kerja di Fastncheap and sudenlly start feeling sentimentil :( .  Sampai sekarang pun bahkan saya masih ingat siapa orang pertama yang mengajak saya berkenalan dan apa yang saya kerjakan di hari pertama sewaktu bergabung di Fastncheap.

Hari Jumat tgl 17  July 2010 adalah hari terakhir saya bekerja di Fastncheap. Hari itu tepat 9 tahun, 4 bulan, 19 hari saya bekerja di perusahaan ini. Banyak kenangan pastinya, senang, sedih, bahagia, kecewa, tertawa sampai menangis (walaupun untuk yang satu ini tidak banyak) ikut mewarnai hari-2 saya selama bekerja di Fastncheap.  Terus terang saya lebih banyak enjoy bekerja di sini, walaupun sekitar 1 tahun terakhir  ada beberapa hal yang membuat saya tidak nyaman dan saya merasa sudah saatnya untuk berani berubah.

Yup, that’s one of my reasons when decided to leave my old company and choosing the new one. Saya menginginkan suatu perubahan, menginginkan pengalaman-2 lain, cerita-2 tentang dunia kerja yang lain, rekan-2 kerja yang lain.  Dan itu juga yang membuat saya akhirnya melamar pekerjaan di kantor baru dan syukur Alhamdulillah diterima. Apakah perubahan itu nantinya akan lebih baik atau lebih buruk dari sebelumnya, well I don’t know… Saya punya prinsip menjalani hidup bagaikan air mengalir, ikhlas dan always thinking positive (baca buku ‘The Secret’ banyak membantu untuk selalu berpikiran baik).

Sekarang saya cuma mau berpikir positive, walaupun baru beberapa hari di kantor baru saya sudah mulai merasakan apa yang bakalan saya ‘hadapi’.  Bagaimana pun semuanya berbeda dengan kantor lama saya, walaupun mungkin inti dari pekerjaan yang harus dikerjakan masih tetap sama. Tapi bukankah itu yang saya cari saat memutuskan untuk meninggalkan segala “kenyamanan 9 tahun’ dan memilih ‘tantangan baru’ ? Dan pada akhirnya apapun itu baik atau buruk  toh nanti pada akhirnya akan menjadi pengalaman buat saya dan apapun pengalaman itu pastilah  berharga.

Yang pasti, setelah sekian lama tidak update di blog saya jadi punya ide untuk lebih aktif menulis tentang dunia kerja. Selain berbagi pengalaman dan cerita mungkin juga bisa jadi ajang curhat :D

So, keep the spirit up, let’s do the work right and always thinking positive !!

Ingin menikahi perempuan Indonesia, Mister? Siapkan 500 juta Rupiah !!

Akhir-akhir ini selain kasus Century tentu saja,  ramai dibicarakan tentang RUU yang mengatur tentang nikah siri di Indonesia. Terus terang saya baru mengetahui kalau selain membahas tentang nikah siri  salah satu pasal di draft RUU ini juga membahas tentang perkawinan campuran yaitu perkawinan antara WNA, lebih spesifik seperti disebut di salah satu pasal  yaitu  PRIA WNA (Warga Negara Asing) yang akan menikah dengan perempuan WNI.

Sekitar 4 tahun yang lalu saya pernah membaca tentang hal ini di salah satu situs hukum dan jujur saya tidak menanggapi terlalu serius masalah itu. Setor 500 juta bagi pria WNA yang akan menikahi perempuan WNI, waktu itu saya anggap peraturan itu cuma guyon  karena sejak kapan di negeri ini  ada  aturan untuk menyiapkan uang 500 juta bagi  orang yang ingin menikah. Melihat angkanya yang ratusan juta saja sudah konyol dan tidak masuk akal. Sekorup-2nya negeri ini sungguh saya tidak menyangka ada juga yang kepikiran membuat aturan seperti itu.

Ada yang beranggapan kalau saya tidak setuju dengan adanya RUU ini karena sekarang saya sedang menjalin hubungan dengan WNA, bahkan mungkin ada yang mengatakan ya salah sendiri kenapa dengan WNA, atau malah mungkin lebih parah lagi beranggapan ah uang 500 juta kan kecil bagi para bule. Saya tidak heran kalau ada yang mengatakan yang akan ribut dengan adanya aturan ini adalah mereka-2 yang ingin menikah dengan WNA.

OK sebentar, buat saya relationship adalah urusan pribadi (sorry sok celeb dikit :D ). Saya akui saya memang menjalin hubungan dengan WNA sekarang ini dan saya adalah orang yang masih percaya kalau jodoh itu rahasia Sang Kuasa, apakah saya akan berjodoh dengan WNA ini atau bahkan mungkin dengan orang Indonesia asli saya tidak tahu.  Bahkan mungkin menikah atau hidup melajang merupakan pilihan hidup. Intinya kalau saya tidak setuju dengan RUU ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan relationship saya saat ini. Dari awal melihat angka Rp. 500.000.000,- (dibaca Lima Ratus Juta Rupiah atau Setengah Miliar) demi untuk melakukan suatu ikatan yang suci, legal di mata hukum dan agama jelas-jelas sudah keterlaluan dan rawan KORUPSI. Bukankah menikah itu hak setiap manusia, bahkan di agama pun dianjurkan untuk menikah mengapa sebuah lembaga yang berwenang untuk mengatur adanya ikatan suci ini malah mempersulitnya seolah-2 mengatakan kalau tidak punya uang sebanyak itu ya jangan menikah.

Dari sebuah group di Facebook dimana saya ikut bergabung  Tolak Jaminan Rp.500 juta bagi pria WNA untuk menikahi perempuan WNI (please join and support this group) saya akhirnya tahu isi dari pasal di RUU ini. Berikut ini saya copy-pastekan dari forum diskusi di group tersebut.

B A B XX
PERKAWINAN CAMPURAN

Pasal 142

(1) Pelaksanaan perkawinan di Indonesia antara pasangan warga negara asing dan warga negara Indonesia berlaku ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal 13 sampai dengan Pasal 26.

(2) Calon suami atau isteri yang berkewarganegaraan asing harus mendapatkan izin tertulis dari negara asalnya berdasarkan bukti dari kedutaan Negara yang bersangkutan.

(3) Calon suami yang berkewarganegaraan asing telah membayar uang jaminan kepada calon isteri melalui bank syariah di Indonesia sebesar Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah).

Berikut penjelasan untuk article (3)

“Ketentuan mengenai pembebanan uang jaminan terhadap calon suami warga negara asing dimaksudkan untuk melin¬dungi hak-hak isteri dan anak-anak, apabila suami menelantarkan, tidak memberi nafkah, meninggalkan Indo-nesia secara diam-diam, murtad, menceraikan dan lain-lain yang merugikan kepentingan isteri dan anak-anak yang di-lahirkan dari perkawinan tersebut. Uang jaminan tersebut menjadi hak isteri berdasarkan penetapan Pengadilan atas permohonan eksekusi isteri. Apabila kehidupan perkawinan berjalan secara wajar dan baik selama 10 tahun maka uang jaminan tersebut dapat diminta oleh kedua belah pihak se¬bagai harta bersama”

Dari berbagai postingan pendapat di forum diskusi tersebut yang seperti halnya dengan saya sangat tidak setuju dengan adanya draft RUU ini. Saya benar-2 kagum dengan pendapat dari teman-2 dari group ini yang mampu mengemukakan berbagai alasan adanya ketidakadilan, diskriminasi bahkan terlalu mengada-2 dari draft RUU ini. Note : aturan ini rencananya hanya akan diperlakukan untuk mereka yang menikah secara Islam.

Saya (terlepas dari status hubungan saya dengan WNA saat ini) benar-benar sependapat dengan teman-2 yang menganggap draff RUU sarat dengan ketidakadilan.

Pertama, uang Rp. 500.000.000,- (setara dengan US $ 53.648 atau 39.394 euro atau 35.185 poundsterling berdasarkan rate saat tulisan ini dibuat) adalah jumlah yang sangat BESAR bahkan untuk ukuran WNA sekalipun. Memang di benak orang Indonesia kebanyakan menganggap WNA identik dengan bule yang banyak uangnya karena mereka punya Dollar. Duh saya benar-2 jengkel dengan anggapan ini. Tidak semua orang WNA adalah bule (kulit putih), orang negeri jiran juga merupakan WNA. Bagaimana bila ada orang WNA dari negeri sebelah yang berstatus sebagai pegawai rendahan dengan gaji pas-2an atau mungkin imigran yang terdampar di Indonesia dan jatuh cinta dengan gadis Indonesia kemudian ingin menikah di Indonesia? Darimana mereka bisa memperoleh uang sebanyak itu?  Walaupun kalau misalnya WNA tersebut adalah bule yang menurut steorotip orang Indonesia mempunyai banyak dollar jumlah sebanyak itu tidaklah sedikit dan perlu bertahun-2 untuk menabung hingga mampu memiliki setengah miliar rupiah. Tidak semua bule seperti David Beckham yang hanya dengan sekali tarikan nafas mampu menghasilkan ratusan ribu rupiah atau 1 Miliar perhari (note : bukan saya yang repot-2 melakukan hitung-2an gaji Bechkam ini, saya  juga dapatnya dari mr.Google :) )

Selama ini rata-2 WNA yang menikah dengan gadis Indonesia adalah orang-2 biasa yang sama seperti kita-2 juga perlu kerja keras setiap hari demi kelangsungan hidup. Memang benar mereka bergaji dollar, euro atau mata uang apalah yang bila dikurskan ke rupiah menjadi jutaan, tapi biaya hidup di negeri mereka juga tinggi. Adik saya juga tinggal dan bekerja di luar negeri jadi saya tahu sendiri sebenarnya hidup dimana pun sama saja. Bila ingin bisa hidup enak, punya banyak uang dimanapun itu ya harus mau kerja keras.

OK sekarang mungkin ada yang beranggapan bagaimana dengan para WNA expatriat di Indonesia bergaji dollar bukankah itu tidak masalah buat mereka? Bahkan konon draft RUU ini dibuat berdasarkan kasus perempuan WNI di Jepara yang menikah dengan WNA yang kemudian ditinggal begitu saja seperti yang dimuat di detikcom, Jaminan Rp 500 Juta Karena Ada Salah Satu Kasus di Jepara.

Seperti yang kita baca dari berita tersebut jelas-2 Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan di Jepara ada beberapa kasus KAWIN KONTRAK antara WNA dengan orang Jepara. Jelas ini beda permasalahan karena mereka melakukan KAWIN KONTRAK. Kawin kontrak tidak diakui oleh negera, tidak dilindungi oleh hukum dan sudah seharusnya para pelaku kawin kontrak tahu konsekwensinya bila mereka melakukan ini. Jadi kalau misalnya masa kontrak  pernikahan telah tamat dan para WNA ini melenggang tanpa beban pulang ke negeri asalnya tanpa peduli lagi dengan istri kontraknya, saya sendiri pun hanya bisa menyalahkan lha koq mau-2nya sih dikawin kontrak. Jangan setelah suaminya balik ke negeri asalnya, para mantan istri kontrak ini kebingungan bagaimana menghidupi diri mereka apalagi kalau sampai punya anak. Bagaimana dengan komitmen awalnya saat mereka setuju untuk dijadikan istri kontrak? Kalau kemudian pemerintah melalui Kementerian Agama menggunakan alasan ini sebagai dasar untuk draft RUU yang berbuntut harus menyetor  uang RATUSAN JUTA di bank syariah kepada pasangan yang akan MENIKAH RESMI rasanya terlalu menggada-2. Mengapa tidak hukum kawin kontrak saja yang dipertegas daripada membuat penyelesaian yang ujung-2nya  mengharuskan setor duit di Bank Syariah yang bisa diambil 10 tahun mendatang bila tidak terjadi sesuatu pada pernikahan mereka.

Ini saya pikir lucu juga. Uang setengah miliar bagi pasangan yang akan menikah (baik dengan bule, expatriat atau orang negeri sebelah) sangatlah dibutuhkan untuk memulai hidup baru. Daripada menyetorkan sebagai deposito yang 10 tahun lagi belum tentu juga bisa diambil dengan mudah, uang sebanyak itu bisa dipakai untuk membiayai pernikahan,  membeli rumah, membiayai keperluan awal berumah tangga, keperluan jika mempunyai anak etc.  Biayai pernikahan untuk pasangan WNA-WNI sangat berbeda. Saya yakin teman-2 pernikahan campuran pasti dengan senang hati akan bercerita tentang “pungli-2″ yang harus mereka bayar sewaktu mengurus pernikahan dengan alasan “Kan situ menikah dengan bule”. Uang sebanyak itu sangatlah banyak, saya saja tidak bisa membayangkan SETENGAH MILIAR RUPIAH dalam bentuk cash money. Lagi pula kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi 10 tahun mendatang dan melihat berbagai kasus perbankan di Indonesia tidak salah kita mempunyai pikiran bagaimana kalau 10 tahun lagi banknya sudah kolaps, dimana kita bisa mengklaim “deposito”  kita. Jelas aturan seperti ini rawan korupsi. Saat ini saja kita bisa melihat para nasabah Century yang bertahun-2 menabung tidak tahu lagi bagaimana nasib uangnya.

Point kedua yang bisa kita lihat dari “keanehan” draft RUU ini adalah bukankah di ayat ke 2 dari pasal ini telah jelas disebutkan “Calon suami atau isteri yang berkewarganegaraan asing harus mendapatkan izin tertulis dari negara asalnya berdasarkan bukti dari kedutaan Negara yang bersangkutan”. Ini artinya untuk menikah RESMI dengan WNI, para WNA ini tidak bisa dengan seenaknya datang ke Indonesia dan memutuskan langsung menikah di depan penghulu keesokan harinya tanpa perlu dibuat repot dengan urusan surat-2 dari negara mereka. Saya tahu bagaimana repotnya bila kita (WNI) ingin menikah resmi dengan WNA karena adik saya juga menikah dengan pria WNA. Jika ingin menikah di Indonesia, calon suami/istri WNA terlebih dahulu  harus mengajukan surat-2 permohonan untuk menikah ke Kedutaan Besar negara mereka di Indonesia. Saat itu calon suami adik saya harus menunggu sekitar 2 minggu hingga surat ijin untuk menikah di Indonesia bisa keluar. Kedutaan negara asal WNA tidak akan seenaknya saja  mengeluarkan surat ijin, terlebih dahulu mereka akan menyelikidi apakah di negara asal orang ini sudah pernah menikah, apakah mereka pernah terlibat kasus tertentu yang berhubungan dengan pernikahan hingga akhirnya mereka benar-2 bisa mendapatkan ijin resmi untuk menikah di Indonesia.  Dan biasanya setelah menikah resmi di Indonesian pun pasangan ini masih harus mendaftarkan pernikahan mereka di negara asal WNA ini. Artinya jika pasangan WNI-WNA memilih untuk menikah resmi di Indonesia, negara masing-2 telah mengetahui akan hal ini. Hingga bila suatu saat terjadi perceraian para suami WNA ini tidak bisa begitu saja lari kabur dari tanggung jawab. Hukum baik di Indonesia maupun di negara asalnya akan bisa memproses kasus ini. Hal ini tentu berbeda dengan KAWIN KOTRAK yang sangat lemah dari segi hukum dan ujung-2nya para wanita pelaku kawin kontrak tersebut yang dirugikan.

Bahkan kalau kita mau mengakui hukum di negara-2 maju mengenai perlindungan anak dan istri bila terjadi kasus perceraihan jauh lebih baik daripada di Indonesia. Setahu saya mereka bisa dihukum bila lari dari tanggung jawab sebagai seorang Ayah. Beda dengan di Indonesia banyak kasus seorang ibu harus membesarkan anak-2nya seorang diri sementara sang Ayah bisa dengan mudahnya menikah lagi dengan istri muda.  Selain itu mengapa  draft RUU ini hanya “melindungi” para perempuan WNI yang ditinggal kabur oleh suami WNA-nya, bagaimana dengan para perempuan WNI yang ditinggal kabur oleh suami yang WNI juga? Tidakkah mereka juga patut dilindungi?  Kalau aturan  ini memakai alasan karena WNA lebih susah ditelusuri jejaknya bila sudah kembali ke negeri asalnya, memangnya di Indonesia para suami-2 WNI yang kabur itu bisa dengan mudah ditemui dan dimintai pertanggung jawaban oleh istri-2 mereka. Betapa banyak kasus seperti ini di negara kita, buktinya sampai ada lagu berjudul “Bang Toyib” yang bertahun-2 tidak pulang :D . Jadi sangatlah lucu jika pemerintah lebih sibuk membuat draft RUU baru  dengan “menghargai” perempuan Indonesia sebesar 500 Juta Rupiah daripada membenahi hukum untuk melindungi para perempuan dan anak-2 dari korban perceraian.

Oh ya, satu lagi saya pernah membaca komentar dari orang yang mengatakan kalau di negara Mesir (maaf saya sendiri  kurang tahu ini benar atau tidak)  ada peraturan jika seorang non-Mesir jika ingin menikah dengan perempuan Mesir diwajibkan untuk membayar  uang sejumlah tertentu (rasanya mirip dengan draft RUU ini). Saya pikir ini sama lucunya, mengapa kita repot-2 meniru hukum pernikahan negara lain yang belum tentu cocok diterapkan di sini. Sedangkan untuk urusan perlindungan TKI mengapa kita tidak mau meniru hukum negara Philipine yang jauh lebih baik untuk melindungi tenaga kerja mereka yang bekerja di luar negeri. Seperti yang kita tahu kasus-2 TKI yang teraniaya  di negara tempat mereka bekerja justru lebih banyak terjadi.

Point ketiga, aturan model seperti ini justru bisa dimanfaatkan pihak-2 yang hanya mengeruk keuntungan saja dari pernikahan alias rentan penipuan. Seseorang perempuan yang memang hanya bertujuan untuk mengeruk uang dari calon suaminya, bisa saja berpura-2 mau dinikahi dan kemudian menceraikan suaminya demi bisa mendapatkan uang 500 Juta. Bisa dibayangkan jika kemudian perempuan seperti ini menikah beberapa kali dengan WNA,  berapa banyak uang yang bisa dia hasilkan dari perbuatannya. Saya khawatir kalau aturan ini benar-2 dijadikan undang-undang (saya benar-2 berdoa jangan sampai pernah terjadi), bakalan ada bisnis “pernikahan resmi” dengan WNA seperti halnya bisnis kawin kontrak yang ada di daerah Puncak. Dan lagi ujung-2nya aturan ini hanya akan menodai kesucian lembaga pernikahan.

Point ke empat, maaf kalau pendapat saya ini sudah merambah ke hal sensitif yaitu masalah agama. Seperti disebutkan pada pasal draft RUU tersebut “Ketentuan mengenai pembebanan uang jaminan terhadap calon suami warga negara asing dimaksudkan untuk melin¬dungi hak-hak isteri dan anak-anak, apabila suami menelantarkan, tidak memberi nafkah, meninggalkan Indo-nesia secara diam-diam, murtad…….”

Maaf, sejak kapan di negara ini ada lembaga yang mengurusi keimanan seseorang, setahu saya Indonesia bukanlah negara agama. Agama adalah hubungan pribadi antara manusia dengan penciptanya, siapapun itu tidak berhak mengatakan seseorang alim atau tidak, beriman atau tidak karena kita bukanlah Tuhan. Memang banyak dari para pria WNA yang menikah dengan perempuan WNI yang dikarenakan hukum pernikahan berdasarkan agama di Indonesia memilih untuk mengganti keyakinan mereka agar sama dengan istri. Tapi bukankah ini semua urusan  pribadi mereka dengan Tuhan, apakah kita berhak mencampurinya? Apakah agama seseorang bisa dijadikan landasan seseorang akan memperlakukan istri dengan baik? Terlepas dari apakah mereka memilih mengikuti keyakinan sang istri hanya demi bisa menikahinya, buat saya itu adalah urusan mereka, tanggung jawab mereka dengan Tuhan. Toh itu adalah hidup mereka, pasti mereka sudah tahu konsekwensi apa yang akan mereka dapatkan bila memilih jalan tersebut. Dan jujur saja, tidak hanya para WNA saja yang memilih mengikuti keyakinan sang istri/suami demi bisa menikah di Indonesia, banyak pasangan sesama WNI melakukan hal serupa. Beberapa teman saya yang melakukan pernikahan beda agama, memilih mengikuti agama pasangannya hanya demi bisa menikah dan setelah menikah mereka kembali menjalankan agama masing-2. Kalau merujuk pada kata-2 draft RUU ini,  mengapa para perempuan WNI yang menikah pria WNA saja yang “dilindungi” dari perbuatan “murtad” ini, bagaimana dengan perempuan yang menikah dengan sesama WNI dan sang suami “murtad”? Duh.. sudahlah, kembali lagi agama adalah urusan pribadi masing-2. Hukum pernikahan di Indonesia hanya memperbolehkan seseorang yang sudah cukup umur untuk menikah dalam arti kata mereka telah tahu dan sadar akan keputusan yang mereka ambil. Tidak seharusnya kita repot mengurusi keimanan mereka. Mengcopy kata-2 Gus Dur (alm), gitu aja koq repot !!

Akhirnya, saya tutup tulisan blog saya ini dengan mengatakan menikah adalah HAK setiap manusia. Dan saya sangat mengharapkan lembaga yang berwenang mengurusi ikatan yang suci ini memikirkan kembali baik-buruknya draft RUU ini. Bukankah dalam Kitab Suci telah dijelaskan bahwa Allah SWT menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa dan telah menjadikan rasa kasih dan sayang antar sesama manusia, apakah salah bila ada manusia yang berpasangan dengan seseorang diluar bangsanya?

Di negeri ini sudah demikian banyak kasus korupsi dan pungli-2 yang kita tidak tahu kapan akan berakhir. Semoga pemerintah tidak akan menambah lagi “ladang” korupsi di negeri ini dengan menyetujui draft RUU ini. Peace for our country !